oleh

Gen Z Kuasai Pasar Modal Lampung, Investor Tembus 828.927

Harianpilar.com, Bandarlampung – Generasi muda semakin mendominasi pasar modal di Provinsi Lampung. Hingga Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Lampung mencapai 828.927 Single Investor Identification (SID), dengan kelompok usia 18–30 tahun menyumbang 64,7 persen dari total investor.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat Lampung dalam investasi. Sepanjang Januari–Agustus 2026, tercatat 365.270 investor baru masuk ke pasar modal. Jumlah ini jauh melampaui penambahan investor baru sepanjang 2025 yang mencapai 267.908 investor.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung Hendi Prayogi mengatakan pertumbuhan investor menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sejak usia produktif.

“Di 2025, sepanjang Januari sampai Desember, totalnya 267.908 investor baru. Nah, untuk 2026 sampai bulan Agustus sudah 365.270 investor baru,” kata Hendi dalam media update BEI Lampung, Jumat (25/9/2026).

Menurut Hendi, pertumbuhan investor tidak hanya terjadi pada instrumen saham. BEI juga mendorong masyarakat mengenal berbagai instrumen pasar modal sesuai kebutuhan dan profil masing-masing.

“Kami tidak hanya mendorong masyarakat berinvestasi melalui saham, tapi juga secara menyeluruh. Pasar modal ini juga mencakup reksa dana dan instrumen investasi lainnya, karena masyarakat ini berbeda-beda, ada yang mau ke saham, ada yang mau ke reksa dana dan sebagainya,” ujarnya.

Dominasi generasi muda terlihat dari profil investor berdasarkan usia. Kelompok usia 18–25 tahun mencapai 38,4 persen, sedangkan usia 26–30 tahun sebesar 26,3 persen.

Jika digabungkan, kedua kelompok tersebut mencapai 64,7 persen.

Hendi mengatakan kelompok usia muda kini menjadi bagian besar dari profil investor pasar modal Lampung.

“Kalau lihat usia-usia Gen Z itu mulai usia 18, 19 sampai di usia 30 tahun itu kurang lebih sekitar 64 persen,” kata Hendi.

Sementara investor usia 31–40 tahun tercatat 22,2 persen dan kelompok usia 41–100 tahun sebesar 13,1 persen. Dengan demikian, kelompok usia 18–40 tahun mencapai 86,9 persen dari keseluruhan investor berdasarkan profil usia.

Pertumbuhan jumlah investor juga diikuti peningkatan aktivitas transaksi. Hingga Agustus 2026, nilai transaksi pasar modal Lampung tercatat sekitar Rp29,56 triliun. Pada Agustus saja, nilai transaksi mencapai Rp3,61 triliun dengan frekuensi 1.004.786 transaksi.

Hendi mengatakan bertambahnya jumlah investor turut mendorong aktivitas transaksi pasar modal.

“Semakin banyak jumlah investor, tentu nilai transaksi juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Dari sisi wilayah, Bandar Lampung masih menjadi daerah dengan konsentrasi investor terbesar, yakni 28 persen. Berikutnya Lampung Tengah 13 persen, Lampung Selatan 11 persen, Lampung Timur 9 persen dan Lampung Utara 7 persen.

Sedangkan berdasarkan pekerjaan, investor dari kalangan karyawan swasta mendominasi dengan 35 persen, disusul pengusaha 18 persen dan pelajar 17 persen.

BEI Lampung juga terus memperluas edukasi pasar modal ke seluruh kabupaten/kota. Saat ini terdapat 31 Galeri Investasi, terdiri atas 15 galeri di perguruan tinggi, tiga galeri pemerintah daerah, delapan Galeri Investasi Desa, dan lima Galeri Investasi Edukasi di sekolah.

Hendi menegaskan cakupan edukasi BEI tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi.

“Wilayah kerja kami tidak hanya Bandar Lampung, tapi 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung,” katanya.

Pertumbuhan investor tersebut menjadi salah satu indikator semakin luasnya akses masyarakat Lampung terhadap pasar modal. Di tengah dominasi investor muda, edukasi mengenai instrumen, mekanisme, dan risiko investasi tetap menjadi bagian penting dalam memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal. (Ramona).

Komentar