oleh

TPK Hotel Berbintang Lampung Turun, Penumpang Pesawat Melonjak

Harianpilar.com,Bandarlampung – Aktivitas pariwisata dan transportasi Provinsi Lampung menunjukkan pergerakan yang beragam sepanjang Juli 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mengalami penurunan, sementara jumlah penumpang angkutan udara justru melonjak dibandingkan bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat TPK hotel berbintang pada Juli 2026 sebesar 46,01 persen. Angka tersebut turun 3,76 poin persentase dibandingkan Juni 2026 dan turun 1,28 poin persentase dibandingkan Juli 2025.

Pranata Komputer Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan tingkat hunian hotel berbintang mengalami pelemahan baik secara bulanan maupun tahunan.

“TPK hotel berbintang di Provinsi Lampung pada Juli 2026 tercatat 46,01 persen, turun 3,76 poin persentase dibandingkan Juni 2026 dan turun 1,28 poin persentase dibandingkan Juli 2025,” ujar Hermawan Prasetyo, Selasa (1/9/2026).

Sementara itu, TPK hotel nonbintang mencapai 26,62 persen. Secara bulanan angka tersebut turun 0,81 poin persentase, tetapi secara tahunan justru meningkat 1,49 poin persentase dibandingkan Juli 2025.

Berbeda dengan sektor perhotelan, aktivitas angkutan udara menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah keberangkatan penumpang melalui Bandara Raden Intan II pada Juli 2026 mencapai 54.635 orang.

Jumlah tersebut meningkat 12,63 persen dibandingkan Juni 2026. Jika dibandingkan Juli 2025, jumlah penumpang juga tumbuh 4,50 persen.

“Untuk angkutan udara, jumlah keberangkatan penumpang pada Juli mencapai 54.635 orang. Ini meningkat 12,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan 4,50 persen secara tahunan,” kata Hermawan.

Sebaliknya, angkutan laut mengalami penurunan secara bulanan. Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pada Juli 2026 tercatat 55.252 penumpang, turun 22,03 persen dibandingkan Juni.

Namun, secara tahunan angkutan laut masih tumbuh 2,15 persen dibandingkan Juli 2025.

“Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sebanyak 55.252 orang. Secara bulanan turun 22,03 persen, tetapi dibandingkan Juli tahun lalu masih tumbuh 2,15 persen,” jelas Hermawan.

Penurunan juga terjadi pada angkutan kereta api. BPS mencatat jumlah penumpang kereta api pada Juli 2026 mencapai 76.659 orang, turun 13,39 persen dibandingkan Juni 2026.

Meski demikian, secara tahunan jumlah penumpang kereta api masih mengalami pertumbuhan 3,23 persen dibandingkan Juli 2025.

“Untuk kereta api, jumlah penumpang Juli 2026 sebanyak 76.659 orang. Angka ini turun 13,39 persen secara bulanan, namun masih meningkat 3,23 persen dibandingkan Juli 2025,” ujar Hermawan.

Data BPS tersebut memperlihatkan geliat mobilitas masyarakat Lampung pada Juli 2026 belum bergerak seragam. Penumpang udara dan kereta api masih mencatat pertumbuhan tahunan, sementara sektor perhotelan berbintang mengalami tekanan.

Hermawan menambahkan, perkembangan pariwisata dan transportasi menjadi indikator penting untuk melihat dinamika aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Lampung.

“Perkembangan TPK hotel dan jumlah penumpang berbagai moda transportasi memberikan gambaran mengenai dinamika aktivitas pariwisata dan mobilitas masyarakat di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (*)

Komentar