Harianpilar.com, Bandarlampung — ORCA Swimming Club terus memperkuat fondasi pembinaan atlet renang dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan klub. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi pelatih agar tidak hanya menguasai teknik kepelatihan, tetapi juga memahami aturan dan mekanisme pertandingan.
Langkah tersebut ditandai dengan keberhasilan dua pelatih ORCA Swimming Club, Coach Sahrul dan Coach Epi, mengikuti serta menyelesaikan Pelatihan Juri dan Wasit Renang Tingkat Pratama.
Bagi ORCA, peningkatan kompetensi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan yang lebih profesional. Pelatih dinilai perlu memiliki wawasan yang luas mengenai dunia pertandingan sehingga mampu memberikan pemahaman yang tepat kepada atlet sejak proses latihan hingga menghadapi kompetisi.
Pelatih sekaligus CEO ORCA Swimming Club, Coach Ahmad Abas, mengatakan peningkatan kualitas pelatih merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan klub.
“Kami tentu mengapresiasi Coach Sahrul dan Coach Epi yang telah mengikuti pelatihan juri dan wasit tingkat pratama. Ini menjadi tambahan kompetensi yang sangat positif bagi mereka maupun bagi ORCA secara keseluruhan,” ujar Coach Abas, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, seorang pelatih renang dituntut tidak hanya memahami bagaimana membentuk kemampuan fisik dan teknik atlet. Pemahaman terhadap regulasi pertandingan juga diperlukan agar pelatih dapat mempersiapkan atlet secara lebih menyeluruh.
Terlebih dalam sebuah kompetisi, terdapat berbagai ketentuan yang harus dipahami atlet, mulai dari start, teknik perlombaan, pergantian gaya pada nomor tertentu hingga berbagai aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan pertandingan.
“Dengan memahami regulasi, pelatih bisa memberikan edukasi yang lebih baik kepada atlet. Jadi atlet tidak hanya siap secara fisik dan teknik, tetapi juga memahami aturan ketika berada di arena pertandingan,” jelasnya.
Coach Abas menambahkan, ORCA membuka ruang seluas-luasnya bagi para pelatih untuk terus mengembangkan kemampuan. Pelatihan, seminar, maupun pendidikan olahraga dinilai menjadi sarana penting untuk mengikuti perkembangan dunia renang yang terus mengalami perubahan.
Ia berharap ilmu yang diperoleh Coach Sahrul dan Coach Epi dapat diterapkan dalam kegiatan pembinaan sehari-hari di klub.
“Harapannya tentu ilmu yang didapat tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Bisa dibagikan kepada pelatih lainnya dan diterapkan dalam proses latihan bersama atlet,” katanya.
Menurut Coach Abas, keberhasilan pembinaan olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah medali yang berhasil diraih. Lebih dari itu, diperlukan sistem pembinaan yang mampu menciptakan atlet, pelatih, dan lingkungan olahraga yang memiliki standar profesional.
Karena itu, ORCA berkomitmen membangun budaya belajar di internal klub. Setiap pelatih didorong untuk terus meningkatkan wawasan dan kompetensi sesuai kebutuhan perkembangan olahraga renang.
“Kami ingin membangun budaya bahwa semua yang ada di ORCA harus terus belajar. Ketika pelatih terus meningkatkan kapasitasnya, tentu akan berdampak terhadap kualitas program latihan dan perkembangan atlet,” ungkapnya.
Ia juga berharap keberadaan pelatih yang memiliki pemahaman mengenai perwasitan dapat memberikan perspektif baru dalam proses pembinaan atlet ORCA. Pengetahuan tersebut dapat membantu pelatih mengidentifikasi berbagai kesalahan teknis yang berpotensi terjadi saat pertandingan dan memberikan koreksi sejak masa latihan.
Dengan demikian, atlet diharapkan semakin siap menghadapi kompetisi, baik dari sisi kemampuan berenang maupun pemahaman terhadap regulasi perlombaan.
“Target kami bukan sekadar mencetak atlet yang mampu meraih prestasi. Kami ingin atlet ORCA tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang disiplin, sportivitas, aturan pertandingan dan profesionalisme,” tegas Coach Abas.
Keberhasilan Coach Sahrul dan Coach Epi mengikuti Pelatihan Juri dan Wasit Renang Tingkat Pratama menjadi salah satu langkah ORCA Swimming Club dalam memperkuat kualitas pembinaan dari sisi sumber daya manusia.
Klub berharap peningkatan kapasitas pelatih tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya atlet-atlet renang Lampung yang semakin kompetitif dan siap bersaing di berbagai level kejuaraan. (Ramona)










Komentar