oleh

PLN–BI Lampung Sulap Limbah Uang Jadi Energi PLTU

Harianpilar.com,Bandarlampung- Sinergi PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Tarahan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung melahirkan terobosan pemanfaatan limbah hasil pencacahan uang rupiah menjadi bahan bakar biomassa untuk PLTU Tarahan.

Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) itu menjadi langkah strategis memperkuat pasokan biomassa sekaligus mendukung percepatan transisi energi bersih di Lampung.

Manager PT PLN Nusantara Power UP Tarahan, Dwi Suprianto, mengatakan pemanfaatan Limbah Racik Uang Rupiah (LRUK) merupakan inovasi yang memperkuat implementasi program cofiring biomassa di PLTU Tarahan.

“PLTU Tarahan saat ini telah menerapkan program cofiring biomassa dengan komposisi campuran hingga 20 persen. Pemanfaatan Limbah Racik Uang Rupiah akan semakin memperkuat ketersediaan bahan baku cofiring sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil,” ujar Dwi, dalam siaran persnya, Jumat (17/7).

Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah yang lebih produktif, tetapi juga mempertegas komitmen PLN Nusantara Power dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) melalui pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Alex Kurniawan menegaskan kerja sama tersebut merupakan implementasi konsep waste to energy dalam pengelolaan uang rupiah yang berwawasan lingkungan.

“Limbah hasil pencacahan uang kertas rupiah yang sudah tidak layak edar memiliki nilai kalor yang tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pada program cofiring di PLTU Tarahan. Kolaborasi ini merupakan komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Alex.

Kerja sama yang ditandatangani di Bandar Lampung itu diharapkan menjadi model kolaborasi antarlembaga dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif. Selain mendukung ketahanan pasokan biomassa bagi pembangkit, program ini juga memperkuat penerapan ekonomi sirkular serta mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. (Ramona)