Harianpilar.com, Bandarlampung- Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Way Bungur di Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (15/7).
Peninjauan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Provinsi Lampung.
Di lokasi, Wakil Presiden menerima paparan teknis mengenai progres pembangunan jembatan, mulai dari kondisi eksisting, tantangan teknis, hingga desain konstruksi yang diproyeksikan menjadi akses utama penghubung Desa Tanjung Tirto dan Desa Kali Pasir.
Berdasarkan pemaparan, proyek Jembatan Way Bungur memiliki panjang trase sekitar 764 meter dengan nilai investasi mencapai Rp96,8 miliar.
Pembangunan ditargetkan berlangsung selama 18 bulan menggunakan bentang utama rangka baja sepanjang 80 meter yang dipadukan dengan konstruksi pile slab, MSE Wall, PC-I Girder, dan RBI.
Saat ini, proyek masih berada pada tahap penyelesaian administrasi berupa pembebasan lahan serta perizinan lingkungan sebelum memasuki tahapan konstruksi.
Usai menerima paparan, Wapres Gibran bersama rombongan meninjau langsung titik pembangunan. Bahkan, Wapres menaiki perahu menyusuri aliran Sungai Way Bungur untuk melihat kondisi trase jembatan dari sisi perairan sekaligus memastikan kesiapan lokasi pembangunan.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung, Pangdam II/Sriwijaya, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta jajaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan pembangunan Jembatan Way Bungur merupakan proyek strategis yang akan membuka akses ekonomi baru sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Way Bungur bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga membuka konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat. Kehadiran jembatan ini akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi,” ujar Jihan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat, kami optimistis Jembatan Way Bungur akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Lampung. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan daya saing daerah sekaligus mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Jembatan baru tersebut dibangun sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini terjadi pada jembatan lama, mulai dari kerusakan timbunan oprit, kondisi struktur yang tidak lagi ideal, hingga keterbatasan kapasitas yang menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pemerintah berharap pembangunan Jembatan Way Bungur dapat menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah, memangkas waktu tempuh, membuka akses investasi, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Lampung Timur dan sekitarnya. (*)









Komentar