Harianpilar.com, Bandarlampung- Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2026 di Lampung, Presiden Mahasiswa Universitas Lampung, Aditya Putra Bayu, mengingatkan agar agenda nasional tersebut tidak berhenti sebagai perhelatan seremonial semata, melainkan mampu meninggalkan warisan pembangunan yang nyata bagi masyarakat Lampung.
Menurut Aditya, penunjukan Lampung sebagai tuan rumah Munas HIPMI untuk pertama kalinya merupakan kehormatan sekaligus peluang strategis yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Momentum tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat investasi, memperluas promosi daerah, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.
“Momentum Munas HIPMI 2026 merupakan kali pertama bagi Lampung sebagai tuan rumah. Hal ini tentu patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bersama,” ujar Aditya, Selasa (9/6).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah agenda nasional tidak hanya dilihat dari kemegahan acara atau tingginya eksposur publik, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Aditya menilai seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa Munas HIPMI mampu menjadi investasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia mengingatkan agar perhatian besar yang saat ini tertuju pada Lampung dapat dikonversi menjadi peluang ekonomi dan investasi yang nyata.
“Jangan sampai agenda ini hanya menjadi euforia sesaat. Harus ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan menjadi investasi jangka panjang bagi Lampung,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Unila itu juga mengingatkan pentingnya menjaga citra dan marwah Lampung selama berlangsungnya agenda nasional yang akan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan nama baik Bumi Tapis Berseri tetap terjaga.
“Mengacu pada filosofi ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’, citra dan marwah Lampung harus dijaga bersama. Jangan sampai agenda Munas HIPMI justru mencoreng nama baik Bumi Tapis Berseri yang kita cintai,” katanya.
Aditya menambahkan, kalangan mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa akan terus mengawal berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan kepentingan daerah. Pengawasan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen mahasiswa sebagai mitra kritis pembangunan.
Ia berharap Munas HIPMI 2026 tidak hanya dikenang sebagai kegiatan nasional yang sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya berbagai peluang baru bagi kemajuan Lampung.
“Harapannya, Lampung tidak hanya menjadi tuan rumah yang sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga menjadi daerah yang memperoleh manfaat nyata dari momentum nasional ini,” pungkasnya. (*)










Komentar