oleh

Resmen Kadavi : Indonesia Berduka, Ryamizard Ryacudu Tokoh Besar Kebanggaan Way Kanan

Harianpilar.com, Way Kanan-Kabar duka menyelimuti persada pertiwi atas berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, di usia 76 tahun.

​Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Way Kanan, Resmen Kadavi, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepulangan sang jenderal. Menurutnya, Ryamizard Ryacudu bukan sekadar pejabat negara, melainkan putra terbaik Way Kanan yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional melalui pengabdiannya yang tulus. Ia mendoakan agar almarhum husnul khotimah, diterima segala amal jasa dan pengabdiannya di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan.

Menurut Resmen, sosok Ryamizard Ryacudu dikenal luas sebagai politikus dan militer bertangan dingin yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2014-2019. Jauh sebelum masuk ke jajaran kabinet, ia telah menorehkan tinta emas di dunia militer sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dari tahun 2002 hingga 2005.

“Kariernya yang cemerlang dimulai saat ia menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya dan kemudian Pangdam Jayakarta,” ujar Resmen mengenang sosok almarhum.

​Ketegasan Ryamizard mulai dikenal publik secara luas saat ia menjabat sebagai Pangdam Jayakarta di tengah situasi gesekan elite nasional pada masa Presiden Gus Dur. Kala itu, ia berdiri tegak mengancam siapa pun yang berniat mengganggu keamanan di wilayah ibu kota.

Kemampuan kepemimpinannya semakin teruji saat ia dipercaya menjadi Panglima Kostrad dan berhasil merangkul semua unsur TNI, termasuk TNI AL dan TNI AU, dalam apel siaga di Lapangan Monas pada Juli 2001.

“Keberhasilan inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi Wakil KSAD hingga akhirnya menjabat sebagai KSAD menggantikan Endriartono Sutarto,” ujar Resmen.
​Terakhir, almarhum dipercaya menjadi salah satu pilar penting dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kini, Indonesia kehilangan figur pemersatu yang selalu mengutamakan kedaulatan negara di atas segalanya.(*)

Komentar