oleh

Kafe Pelangi Kini Mangkrak, Jadi Monumen Gagalnya Tata Kelola Pemerintahan Way Kanan

Harianpilar.com, Way Kanan – Suasana yang dulu ramai dan menjadi salah satu ruang berkumpul masyarakat di jantung Kabupaten Way Kanan kini berubah drastis. Kafe Pelangi, yang dibangun pada masa kepemimpinan mantan Bupati Bustami sebagai salah satu ikon kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Way Kanan, kini tampak semakin tidak terawat.

Bangunan megah di lahan strategis itu kini menjelma menjadi monumen bisu kegagalan tata kelola pemerintahan daerah.

Dari pantauan di lokasi, kawasan yang berada di sekitar Rumah Dinas Bupati dan Rumah Dinas Ketua DPRD Way Kanan tersebut terlihat mulai dipenuhi rumput liar di sejumlah sudut. Kondisi itu dinilai mengurangi daya tarik kawasan yang sebelumnya menjadi tujuan masyarakat untuk bersantai, khususnya saat akhir pekan.

Dampak dari kondisi tersebut mulai dirasakan para pedagang. Puluhan pelaku usaha yang sempat menggantungkan penghasilan di kawasan Kafe Pelangi dikabarkan terpaksa menutup lapak karena minimnya pengunjung.

Salah seorang mantan pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku sudah tidak mampu lagi bertahan.

“Kami terpaksa berhenti berdagang karena setiap hari sepi pengunjung. Kondisi kawasan yang terlihat kurang terawat membuat masyarakat semakin jarang datang,” ujarnya.

Menurutnya, jika kawasan tersebut kembali dibenahi dan ditata dengan baik, aktivitas ekonomi para pedagang berpeluang kembali hidup seperti beberapa tahun lalu.

Di sisi lain, sejumlah warga Blambangan Umpu juga menyampaikan rasa prihatin terhadap kondisi Kafe Pelangi. Mereka menilai kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena berada di pusat pemerintahan sekaligus pernah menjadi salah satu destinasi wisata keluarga bagi masyarakat Way Kanan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Way Kanan dapat memberikan perhatian lebih terhadap perawatan dan penataan kawasan tersebut agar kembali menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan mampu menggerakkan perekonomian pelaku usaha kecil.

“Kafe Pelangi merupakan salah satu ikon Kabupaten Way Kanan. Sangat disayangkan jika dibiarkan semakin kumuh. Kami berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar kawasan ini kembali ramai dan menjadi kebanggaan masyarakat,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Way Kanan terkait rencana penataan maupun revitalisasi kawasan Kafe Pelangi. (Eeng)

Komentar