oleh

Karya DKV Darmajaya Tembus Pameran Nasional

Harianpilar.com, Bandarlampung – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan civitas academica Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Dosen dan mahasiswa DKV berhasil tampil dalam pameran seni rupa nasional HIKAYART–GoRo 2026 yang digelar di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, Riau.

Pameran yang berlangsung pada 16 Mei hingga 17 Juni 2026 itu menghadirkan karya pilihan dari seniman, akademisi, dan kreator visual dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaan perwakilan DKV Darmajaya menjadi bukti bahwa karya kreatif anak Lampung mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Dosen DKV Darmajaya, Sigit Yudi Prasetyo, tampil dengan karya berjudul POLA. Karya tersebut menggambarkan struktur pola repetitif namun harmonis sebagai metafora kehidupan sosial yang terorganisir.

Melalui pendekatan visual simbolis, karya itu menyoroti bagaimana kebersamaan mampu menciptakan ketahanan dan keindahan dalam kehidupan masyarakat.

“Saya ingin menggambarkan bahwa keteraturan dan kebersamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang kuat. Dari pola-pola yang berulang itu lahir harmoni dan ketahanan,” ujar Sigit dalam siaran persnya, Senin (18/5).

Sementara itu, mahasiswa angkatan 2023, Randy Max Sumaxer, menghadirkan karya bertajuk From the Palm of the Hand to the Web of Life.

Karya tersebut mengangkat isu kolektivitas di era digital dengan mengeksplorasi hubungan manusia dengan jaringan sistemik dan teknologi. Randy mencoba menghadirkan refleksi tentang batas tipis antara konektivitas digital dan makna kehadiran yang sesungguhnya dalam kehidupan modern.

“Melalui karya ini saya ingin mempertanyakan apakah kedekatan digital masih memberi ruang bagi makna yang mendalam dan rasa utuh sebagai manusia,” kata Randy.

Keberhasilan lolos kurasi pameran nasional tersebut menjadi pencapaian penting bagi Program Studi DKV Darmajaya dalam mendorong budaya kreatif, inovatif, dan kompetitif di kalangan dosen maupun mahasiswa.

Selain menjadi ruang apresiasi karya seni, partisipasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi serta memperluas jejaring kreatif di tingkat nasional, sekaligus membawa nama Lampung semakin dikenal di panggung seni rupa Indonesia. (Ramona)

Komentar