Harianpilar,com.Bandarlampung- Perjuangan keras Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menyiapkan Lampung sebagai tuan runah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032 terus mengalami kemajuan.
Mendapat dukungan penuh dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, kini Lampung mengukuhkan kesiapannya untuk menjadi panggung utama ajang olahraga terbesar di tanah air itu.
Terbaru, berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh tim visitasi KONI Pusat, sebanyak 26 dari 36 venue yang diajukan oleh KONI Provinsi Lampung resmi dinyatakan layak dan direkomendasikan sebagai lokasi pertandingan.
Hasil tersebut diumumkan secara resmi dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat KONI Lampung, kawasan PKOR Way Halim, pada Jumat (17/4).
Menariknya, tim visitasi juga merekomendasikan 10 gedung olahraga tambahan di luar pengajuan awal guna memberikan pilihan terbaik bagi kualitas pertandingan mendatang.
Komitmen kuat dalam menyongsong pesta olahraga ini juga ditegaskan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Mirza menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyukseskan PON 2032, termasuk dari sisi infrastruktur dan konsep penyelenggaraan.
“Ini adalah momentum besar bagi Lampung untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event nasional. Kita tidak hanya menyiapkan venue, tetapi juga konsep yang berdaya tarik, termasuk pembukaan yang direncanakan di kawasan Menara Siger sebagai ikon wisata,” ujar Mirza.
Menurutnya, pengembangan kawasan Menara Siger sebagai lokasi pembukaan menjadi bagian dari strategi mengangkat potensi pariwisata Lampung ke tingkat nasional bahkan internasional.
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan menambahkan, bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh melalui integrasi perencanaan pembangunan dan penyediaan anggaran yang akuntabel secara bertahap.
Sementara itu, Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam menghadapi segala kemungkinan, termasuk penambahan cabang olahraga oleh KONI Pusat.
“Intinya, Lampung siap menjadi tuan rumah PON 2032. Bahkan jika ada tambahan cabang olahraga, kami siap menyesuaikan dan menyiapkan venue terbaik,” tegas Taufik.
Ia juga menyebut rekomendasi dari tim visitasi menjadi bukti bahwa Lampung memiliki potensi besar dan layak menjadi bagian dari penyelenggara pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
Taufik menambahkan bahwa pihaknya terus bergerak masif dengan menjalin sinergi bersama berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta, untuk memantapkan standarisasi fasilitas olahraga yang ada.
Kesiapan Lampung juga mencakup fleksibilitas dalam menampung jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.
Taufik menegaskan bahwa Lampung siap menerima tambahan cabang olahraga apabila ditetapkan oleh KONI Pusat, mengingat masih banyak fasilitas gedung olahraga yang tersedia dan belum masuk dalam daftar pengajuan awal.
Dukungan moral dari masyarakat, akademisi, dan dunia usaha menjadi modal penting bagi Lampung untuk memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis.
Meskipun keputusan final akan ditetapkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) KONI pada akhir Mei 2026, hasil rekomendasi tim visitasi ini telah menjadi langkah besar dan kebanggaan bagi masyarakat Lampung dalam mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah PON yang sukses dan berkelanjutan.
Seperti di ketahui, Lampung dan Banten telah menyepakati kolaborasi sebagai tuan rumah bersama yang didasari oleh kedekatan historis serta posisi geografis strategis.
Lampung, sebagai gerbang Pulau Sumatera yang terhubung langsung dengan Jawa melalui infrastruktur jalan tol, pelabuhan, dan bandara, dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam mendukung mobilitas atlet serta ofisial.
Sejalan dengan visi pengembangan daerah, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal merencanakan sebuah terobosan dalam prosesi pembukaan PON 2032.
Rencananya upacara pembukaan akan berlangsung di kawasan terbuka Menara Siger yang akan dikembangkan menjadi pusat wisata terpadu.
Langkah ini diambil untuk menonjolkan identitas wilayah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi melalui sektor pariwisata olahraga.
Meskipun keputusan final akan ditetapkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) KONI pada akhir Mei 2026, hasil rekomendasi tim visitasi ini telah menjadi langkah besar dan kebanggaan bagi masyarakat Lampung dalam mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah PON yang sukses dan berkelanjutan.(*)










Komentar