Harianpilar, com. Bandarlampung- Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat proses peningkatkan produktifitas sektor pertanian. Salah satunya dengan menambah jumlah mesin pengering (bed dryer) di gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Tahun 2025 jumlah bad dryer yang disalurkan 34 tersebar di Gapoktan 15 kabupaten/kota. Tahun 2026 akan di tambah sekitar 100 bed dryer.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan, upaya meningkatkan produktifitas sektor pertanian terus dilakukan agar kesejahteraan petani meningkat. Upaya itu dilakukan dari hulu ke hilir.
“Salah satunya penggunaan bed dryer yang sudah kita lihat memiliki dampak signifikan. Petani tidak lagi terkendala cuaca saat masuk musim panen dan perlu pengeringan komoditas pertanian,” terangnya.
Bad dyer, lanjutnya, tidak hanya untuk padi, tapi juga bisa digunakan untuk komodiyas lainnya seperti kopi, coklat hingga singkong.”Dinas terkait beserta tim pendamping saat ini terus turun ke lapangan untuk mengevaluasi dan memverfikasi keadaan di lapangan. Kita akan terus pantau kondisi lapangan sehingga berbagai kendala bisa di atasi untuk hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan bed dryer yang telah di salurkan tahun 2025 untuk mengetahui kendala lapangan dan sejauh mana kemanfaatan bad dryer.”Sesuai arahan dan kebijakan Pak Gubernur, sektor pertanian menjadi prioritas. Dan bad dryer ini salah satu yang harus dimaksimalkan penggunaanya, sehingga memiliki daya ungkit pada komoditas pertanian,” terangnya.
Zimmi mengatakan, keberadaan bed dryer secara umum sudah memiliki dampak baik terhadap sektor pertanian. Selain petani tak terkendala cuaca, juga mampu meningkatkan harga jual komodiras pertanian karena kualitas dan kadar air komoditas pertanian terjaga dengan baik.
“Kondisi itu yang memberi daya ungkit pada harga jual komoditas pertanian yang akhirnya memberikan kesejahteraan pada petani. Karena memberi dampak yang baik, maka Gubernur Lampung tahun 2026 akan menambah jumlah dryer,” tuturnya.
Tenaga Pendamping Gubernur Lampung, Mahendra Utama, menjelaskan, secara umum
pemanfaatan dryer yang didistribusikan tahun 2025 sudah berjalan baik. Namun tak bisa dipungkir masih terdapat dryer yang belum dikelola secara baik oleh Gapoktan.
“Saat ini kami masih terus turun ke lapangan. Ada dua tujuan, pertama melakukan evaluasi pengelolaan dryer yang sudah didistribusikan. Kedua melakukan verifikasi calon penerima dryer,” terangnya.
Menurut Mahendra, sesuai arahan Gubernur dryer yang pengelolaanya tidak baik akan dilakukan relokasi ke Gapoktan yang lebih siap. Sebab banyak gapoktan yang kini sangat membutuhkan bed dryer.”Kami evaluasi secara obyektif dan sesuai fakta lapangan. Begitu juga calon penerima, kami verifikasi secara obyektif, jika memang tidak memenuhi kriteria maka akan ditolak,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjutnya, tim pendamping bersama dinas terkait telah melakukan evaluasi dan verifikasi di Kabupaten Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Utara, Lampung Barat dan Pesisir Barat.
Mahendra mengatakan, sektor pertanian menjadi sektor prioritas pembangunan Gubernur Lampung saat ini, sehingga semua program harus dipastikan berjalan baik.”Salah satu contoh bad dryer. Ini sudah terlihat memiliki dampak besar, sehingga harus dikelola secara benar,” pungkasnya.(*)









