oleh

IJP Lampung Refleksi Setahun Mirza–jihan

Harianpilar,com. Bandarlampung – Ikatan Jurnalis Pemprov Lampung (IJP) menggelar refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, sekaligus meluncurkan koran dan buku edisi khusus di halaman Gedung Pusiban, Senin (2/3).

Kegiatan bertema Rahmat Maju Menuju Lampung Emas itu menjadi momentum dokumentasi perjalanan awal pemerintahan Mirza–Jihan sekaligus ruang dialog antara pemerintah dan insan pers.

Ketua Pelaksana kegiatan, Deni Kurniawan, menyebut refleksi ini sebagai langkah rasional sekaligus inspiratif untuk merekam capaian setahun pemerintahan.

“Kami menyadari kegiatan ini terlaksana berkat dukungan banyak pihak,” ujarnya.

Deni menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang dinilai membuka ruang diskusi bagi jurnalis, serta Biro Umum yang mendukung kebutuhan teknis acara. Ia juga berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Hewan Provinsi Lampung beserta mitra yang berkontribusi dalam penyediaan data.

Menurut Deni, buku edisi khusus tersebut masih dalam proses pencetakan karena sejumlah tulisan belum rampung. Hingga sore hari, pemesanan tercatat mencapai 150 eksemplar, terdiri atas 100 buku dari Badan Pendapatan Daerah dan 50 buku dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

Ketua Umum IJP Lampung, Abung Mamasa, menegaskan penerbitan edisi khusus ini bukan bentuk puja-puji terhadap pemerintah, melainkan bagian dari komitmen jurnalis merawat ingatan publik.

“Masyarakat punya hak untuk tahu apa saja yang dikerjakan pemimpinnya. Lebih dari 80 persen pemilih memberikan mandat kepada gubernur dan wakil gubernur. Itu harus dijawab dengan keterbukaan,” kata Abung.

Ia menilai satu tahun pertama pemerintahan merupakan fase peletakan fondasi. Meski belum maksimal, Abung melihat adanya upaya memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan, membangun konektivitas jalan dan jembatan, mendorong reformasi birokrasi, serta investasi pada sumber daya manusia.

Abung juga menepis anggapan bahwa IJP kehilangan daya kritis.“Kami tetap profesional dan proporsional. Kritik harus disampaikan secara tajam, tapi tidak menyindir,” tegasnya.

Ia menambahkan, koran edisi khusus tersebut terbit setahun sekali, tanpa iklan dan tidak bersifat komersial.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan refleksi ini menjadi ruang penting untuk meninjau capaian sekaligus merumuskan langkah pembangunan ke depan. Ia menyebut besarnya dukungan pemilih pada Pilkada 2024 sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kepercayaan itu menjadi beban moral sekaligus tanggung jawab bagi kami. Harapan masyarakat sederhana: hidup lebih baik dari sebelumnya,” kata Mirza.

Ia mengakui memenuhi ekspektasi publik bukan perkara mudah. Namun, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen terus menghadirkan perbaikan dalam pembangunan dan pelayanan publik.

“Kami sadar banyak yang belum tahu apa saja yang sudah dan sedang kami kerjakan. Karena itu, ruang-ruang dialog seperti ini penting,” tandasnya. (Ramona)

Komentar