Harianpilar,com. Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut positif pemaparan pembangunan yang disampaikan Parosil Mabsus dalam kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/3).
Pertemuan tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat sinergi pembangunan daerah, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan perlindungan lingkungan.
Dalam paparannya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis Lampung Barat, terutama peningkatan infrastruktur jalan provinsi pada tiga jalur utama penghubung, yakni ruas Lampung Barat–Tanggamus via Ulu Belu, jalur Sukabumi–Suoh, serta jalur pusat Kota Liwa menuju OKU Selatan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah berkenan menerima kami. Program-program yang kami jalankan sejauh ini telah searah dan berkolaborasi dengan kebijakan provinsi,” ujar Parosil.
Di sektor pendidikan, Parosil mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan BBI Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Lahan seluas sekitar 12 hektare yang saat ini tercatat sebagai aset Dinas Perkebunan direncanakan dimanfaatkan efektif sekitar 5–7 hektare untuk mendukung pendirian sekolah sekaligus Koperasi Merah Putih.
Menanggapi hal tersebut, Mirza menegaskan pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas untuk memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Mirza juga mendukung penuh rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Sebab akan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Lampung Barat.
Selain itu, isu perlindungan habitat gajah turut menjadi perhatian. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 19 ekor gajah dengan jalur jelajah di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. Penguatan mitigasi konflik manusia dan satwa liar dinilai penting agar tercipta ruang hidup berdampingan secara damai.
Di sektor ekonomi, Mirza juga mendorong percepatan hilirisasi kopi. Lampung Barat sebagai salah satu sentra produksi kopi di Lampung dinilai memiliki potensi besar meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Optimalisasi komoditas kopi diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing produk daerah di pasar nasional maupun global.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah memaparkan rencana perbaikan sejumlah ruas pada 2026, di antaranya Pekon Balak–Suoh dengan alokasi anggaran Rp4,5 miliar serta ruas Suoh–SP Blok 9 sepanjang sekitar 7 kilometer dengan anggaran Rp40 miliar.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin mempererat kolaborasi antara Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Barat dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. (*)









