oleh

Silaturahmi Jadi Benteng Lawan Narkoba di Bulan Ramadan

Harianpilar, com. Bandarlampung-  Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah dimaknai bukan hanya sebagai momentum peningkatan ibadah ritual, tetapi juga penguatan ikatan sosial dan komitmen bersama melawan penyalahgunaan narkotika. Hal itu ditegaskan Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung sekaligus Wakil Ketua I ICMI Wilayah Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra.

Menurut Tony, di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan individualistis, silaturahmi menjadi “oasis” yang menyegarkan jiwa sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Silaturahmi bukan sekadar tradisi biasa, melainkan seni luhur yang lahir dari ketulusan hati, kepekaan nurani, dan cinta kasih antarmanusia. Inilah bekal utama kita memasuki bulan penuh keberkahan,” ujar Tony, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan, menyambut Ramadan dengan hati bersih melalui saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan akan membawa keberkahan tersendiri.

“Di dunia yang semakin individualis, satu panggilan telepon, satu pesan penuh kasih, atau permohonan maaf yang tulus sebelum fajar Ramadan menyingsing, bisa menjadi obat penyembuh luka hati,” katanya.

Tony mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR. Bukhari). Menurutnya, pesan tersebut relevan untuk membangun kesalehan sosial yang berjalan beriringan dengan kesalehan ritual.

Lebih jauh, Tony menekankan bahwa silaturahmi juga menjadi fondasi kuat dalam perjuangan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). Melalui kebersamaan dan komunikasi yang erat, masyarakat dapat membangun sistem pertahanan sosial dari ancaman narkoba.

“Dengan silaturahmi kita cegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kita selamatkan para penyalahguna dan pecandu untuk direhabilitasi agar kembali hidup normal dan sehat di tengah masyarakat. Mereka bukan pelaku kriminal, tetapi korban sindikat dan bandar,” tegasnya.

Ia menyebut narkoba sebagai musuh siluman yang mengintai generasi muda dan merusak masa depan bangsa. Karena itu, produsen, sindikat, bandar, dan pengedar harus diberantas hingga ke akar.

“Para bandar dan pengedar adalah musuh bangsa dan penghianat kemanusiaan. Mereka harus dilawan bersama,” ujarnya.

Menurut Tony, Ramadan yang identik dengan disiplin diri dan pengendalian hawa nafsu menjadi momentum tepat memperkuat gerakan Indonesia BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

“Dengan ikatan silaturahmi yang kuat, tidak akan ada celah bagi peredaran gelap narkoba untuk merusak kesucian bulan Ramadan dan masa depan anak bangsa,” katanya.

Tony mengajak seluruh elemen masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai ajang mempererat ukhuwah dan membangun solidaritas sosial.

“Ketika tali silaturahmi erat terjalin, kita memiliki kekuatan luar biasa menghadapi badai apa pun. Di dalamnya ada kasih sayang yang menyembuhkan dan harapan yang menerangi jalan menuju Indonesia BERSINAR,” ucapnya.

Ia pun menutup pesannya dengan ajakan penuh kehangatan.“Marilah kita masuki bulan suci Ramadan ini dengan semangat silaturahmi yang tulus. Mari saling menghargai dan mendukung tanpa pamrih. Selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin.” (Ramona)