Harianpilar, com. Bandarlampung – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandar Lampung melakukan langkah strategis dalam mendorong lompatan mutu pendidikan dengan menggelar Workshop Terpadu Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Bidang Pendidikan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (6–8 Februari 2026), di Soeltan Luxe Hotel, Bandar Lampung.
Mengusung tema “Penguatan Kompetensi dan Kepemimpinan Menuju Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul Berkemajuan”, workshop ini menjadi ruang konsolidasi gagasan dan penguatan ideologi bagi pimpinan sekolah Muhammadiyah di Kota Bandar Lampung.
Sebanyak 60 peserta terpilih yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga bendahara sekolah mengikuti kegiatan intensif tersebut. Mereka digembleng untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola manajerial, serta pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di tengah tantangan era disrupsi.
Ketua PDM Kota Bandar Lampung, Dr. Riyuzen Praja Tuala, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan harus menjadi lokomotif transformasi karakter dan peradaban.
“Pendidikan Muhammadiyah bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses transformasi karakter. Workshop ini adalah ikhtiar kolektif agar pimpinan sekolah memiliki resiliensi dan visi tajam dalam menjawab tantangan zaman demi mewujudkan sekolah unggul dan berkemajuan,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (9/2).
Dukungan terhadap penguatan AUM pendidikan ini juga datang dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung yang mengapresiasi langkah progresif PDM. Kehadiran jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Bandar Lampung serta undangan lintas sektor semakin menegaskan kuatnya dukungan sistemik terhadap peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah.
Untuk menjamin kualitas intelektual, panitia menghadirkan 12 materi fundamental yang disampaikan oleh para pakar, termasuk empat profesor dari perguruan tinggi ternama di Lampung, seperti UIN Raden Intan Lampung, UIN Jurai Siwo Metro, dan Universitas Lampung (Unila).
Materi workshop mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari adaptasi kurikulum Muhammadiyah dan nasional, manajemen kepegawaian dan keuangan, perlindungan hukum profesi guru, hingga inovasi pendidikan di era digital, revitalisasi UKS, mitigasi bencana, serta penguatan kaderisasi dan dakwah di lingkungan sekolah.
Workshop ditutup dengan pembahasan tata kelola keuangan yang akuntabel dan strategi akreditasi sekolah menuju standar unggul. Dengan berakhirnya kegiatan ini, PDM Kota Bandar Lampung berharap lahir semangat baru dalam pengelolaan sekolah dan madrasah Muhammadiyah—unggul secara akademik, kokoh secara ideologis, dan mencerahkan dalam pengabdian bagi bangsa dan umat. (Ramona)









