oleh

Musorkablub KONI Lamtim Ditunda

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menyatakan hingga kini belum menerima laporan resmi dari bidang organisasi KONI Provinsi terkait dinamika penundaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Lampung Timur.

“Saya belum dapat info dari bidang organisasi KONI Provinsi. Kemungkinan hanya penundaan saja,” ujar Taufik Hidayat, Senin (22/12).

Menanggapi mencuatnya dugaan intervensi dalam proses penjaringan Ketua KONI Lampung Timur, Taufik menegaskan bahwa mekanisme organisasi harus tetap mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat.“Intervensi siapa ya? Namanya musyawarah tentunya menyamakan perbedaan. Pada akhirnya adalah kesepakatan,” katanya.

Taufik menambahkan, KONI Provinsi Lampung akan bersikap setelah memperoleh penjelasan utuh dari KONI Lampung Timur mengenai persoalan yang terjadi.“Kami akan dengar dari KONI Lampung Timur, apa masalahnya,” tegasnya.

Polemik penjaringan Ketua KONI Lampung Timur sendiri memasuki babak baru setelah Musorkablub yang dijadwalkan digelar Minggu, 21 Desember 2025, resmi ditunda. Penundaan tersebut tertuang dalam surat bertanggal 19 Desember 2025 yang ditandatangani Ketua Pelaksana Musorkablub, Heru Siswanto, dan Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Lampung Timur, Rini Mulyati. Hingga kini, panitia penjaringan belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan penundaan tersebut.

Sementara itu, Novelia Sanggem, Ketua Tim Purnama Hidayah—bakal calon Ketua KONI Lampung Timur yang sebelumnya digugurkan panitia—menilai penundaan Musorkablub sarat spekulasi. Ia menyebut beredar informasi bahwa calon tunggal dalam penjaringan tersebut dikabarkan telah mengundurkan diri.

“Kami tidak tahu persis situasi terkini. Penundaan ini bisa saja untuk menjaga kondisi tetap kondusif, tetapi bisa juga terkait skenario tertentu, termasuk isu calon tunggal yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Novelia kembali mendesak KONI Provinsi Lampung untuk mengambil alih proses penjaringan Ketua KONI Lampung Timur demi menjaga netralitas dan marwah organisasi olahraga.

“Kejadian yang menimpa rekan kami tidak menjunjung tinggi prinsip fair play. Karena itu kami meminta KONI turun tangan langsung,” tandasnya.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah Purnama Hidayah mengaku digugurkan secara sepihak sebagai bakal calon Ketua KONI Lampung Timur. Ia menuding adanya intervensi, rekayasa, dan pemufakatan jahat dalam proses penjaringan yang diduga melibatkan Ketua DPRD Lampung Timur. (Ramona)