oleh

Relawan Lampung Keluarkan Lima Rekomendasi

Harianpilar.com, Bandar Lampung — Dua puluh satu hari pascabencana yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat, tim medis dan gabungan Relawan Lampung mengeluarkan lima rekomendasi utama untuk menekan risiko kesehatan dan dampak lanjutan bagi warga terdampak serta para relawan di lapangan.

Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan temuan langsung di lokasi bencana dan disampaikan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masalah kesehatan yang kian meningkat di pengungsian. Ketua Tim Relawan Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan imbauan ini merupakan hasil evaluasi medis intensif.

“Imbauan ini sangat direkomendasikan dokter kami setelah empat hari melihat langsung kondisi di lokasi bencana,” ujar Wahyu dalam siaran persnya, Rabu (17/12).

Salah satu temuan penting adalah kebutuhan mendesak akan sanitasi. Tim merekomendasikan agar bantuan tidak hanya berfokus pada logistik pangan, tetapi juga sanitary kit seperti ember, sikat, alat pel, karbol, dan disinfektan untuk menjaga kebersihan lingkungan pengungsian.

Empat rekomendasi lain menitikberatkan pada kebersihan dan pola hidup sehat. Pertama, seluruh dapur umum diminta menerapkan standar kebersihan tinggi guna mencegah keracunan makanan. Kedua, setiap lokasi pengungsian dianjurkan aktif melakukan promosi kesehatan dan lingkungan.

Ketiga, relawan dan donatur diimbau mengurangi distribusi mi instan, khususnya bagi anak-anak. Relawan Medis Lampung, dr Hendra, mengungkapkan banyak kasus gangguan pencernaan ditemukan di lapangan.

“Banyak pasien anak-anak dan dewasa mengalami gangguan pencernaan dalam dua minggu terakhir dan mengaku rutin mengonsumsi mi instan,” kata dr Hendra.

Keempat, tim mengingatkan pentingnya antisipasi perubahan cuaca. Memasuki fase cuaca hangat dengan potensi debu tinggi, warga, relawan, dan petugas distribusi diminta menggunakan masker secara konsisten.

“Gunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat debu,” tegas dr Hendra.

Rekomendasi kelima kembali menegaskan pentingnya alat kebersihan sebagai bagian dari bantuan teknis yang saat ini sangat dibutuhkan warga.

Kabupaten Agam diketahui menjadi wilayah terdampak paling parah dalam bencana ini, dengan jumlah korban jiwa terbanyak serta luas wilayah terdampak signifikan. Relawan Lampung berharap lima rekomendasi ini dapat menjadi acuan bersama guna mempercepat pemulihan dan meminimalkan risiko bencana lanjutan. (Ramona)