Harianpilar.com, Bandar Lampung — Siklon Tropis Bakung yang berkembang di wilayah barat daya Lampung terus menguat. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di sejumlah wilayah Lampung dan perairan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan itu. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung Posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan, Rabu (17/12).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna menekan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Lampung akibat intensitas hujan yang meningkat.
Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala BPBD Lampung Rudy Sjawal Sugiarto, Kepala Dinas Perhubungan Bambang Sumbogo, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Gubernur menerima paparan dari tim OMC mengenai perkembangan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat Sumatra yang diperkirakan bergerak menuju daratan Lampung. Berdasarkan hasil pemantauan, pola angin saat ini bergerak dari barat hingga barat laut, sehingga berpotensi mendorong awan hujan masuk ke wilayah provinsi ini.
“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mengambil langkah-langkah antisipatif dan preventif untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegas Gubernur.
Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan dengan tujuan mengendalikan pertumbuhan awan hujan agar dapat diturunkan lebih awal di wilayah perairan, sehingga dampak hujan lebat di daratan dapat diminimalkan.
Berdasarkan prakiraan cuaca periode 17–24 Desember 2025, sebagian besar wilayah Lampung diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang, bahkan berpotensi hujan lebat di beberapa daerah, terutama pada siang hingga sore hari.
Dalam pemaparan juga disampaikan potensi curah hujan tinggi hingga mendekati 100 milimeter, dengan kecepatan angin berkisar 15–20 knot. Saat ini, OMC menggunakan pesawat jenis Fletcher dengan jangkauan operasi terbatas, sehingga diperlukan strategi tambahan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan.
Tim OMC pun mengusulkan pembentukan posko bayangan di wilayah pesisir barat Sumatra guna memperluas jangkauan operasi pesawat. Pemerintah Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memastikan Operasi Modifikasi Cuaca berjalan optimal dan responsif terhadap dinamika cuaca.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan, pihaknya saat ini berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi dampak tidak langsung dari siklon tersebut.
“BPBD Provinsi Lampung telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengaktifkan posko siaga bencana 24 jam, memantau perkembangan informasi BMKG secara berkala, serta menginstruksikan BPBD kabupaten/kota untuk melakukan langkah antisipatif di wilayah masing-masing,” ujar Wahyu.
Menurutnya, seiring penguatan Siklon Bakung dari kategori 1 menuju kategori 2, BPBD telah melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari penyebaran peringatan dini, pengecekan daerah rawan banjir dan longsor, hingga kesiapan personel reaksi cepat.
“Kami fokus pada mitigasi dini, termasuk memastikan jalur evakuasi, kesiapan peralatan, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem,” tutupnya.(*)









