oleh

Pemprov Lampung Kirim Relawan ke Agam

Harianpilar.com, Bandar Lampung – Tim relawan gabungan utusan Pemerintah Provinsi Lampung disambut hangat oleh Bupati Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, di rumah dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Sabtu (13/12) malam. Kedatangan relawan ini menjadi simbol solidaritas antarprovinsi di tengah kondisi Kabupaten Agam yang masih berada pada fase tanggap darurat bencana.

Tim relawan Pemprov Lampung dipimpin Ketua Tim dari BPBD Lampung Wahyu Hidayat, didampingi tim medis RMD Care, Basarnas Lampung, Mapala Unila, PMI, Forum Rescue Lampung, serta unsur Destana. Mereka hadir membawa misi kemanusiaan sesuai amanat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

“Terima kasih atas kedatangannya. Ini bentuk kepedulian dan dukungan moral yang sangat berarti bagi kami,” ujar Ny. Merry Benni Warlis dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Agam saat ini masih menghadapi bencana banjir bandang, longsor, dan korban hanyut. Pemerintah daerah terus hadir memastikan kondisi masyarakat terdampak.
“Beberapa titik yang sudah kami kunjungi kondisinya sangat ironis. Kehadiran relawan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit,” katanya.

Ny. Merry juga mengungkapkan sejumlah wilayah yang masih terisolasi akibat kerusakan akses jalan, di antaranya Salareh Aia sebagai wilayah terparah, serta Malalak, kawasan Sungai Landir, Tanjung Raya, Kelok 44, Koto Kaciak, Koto Alam, Matur, Palupuah, Palembayan, Ampek Nagari, hingga Lubuk Basung.

Ketua Tim Relawan Lampung Wahyu Hidayat menegaskan, kehadiran relawan merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi pimpinan daerah Lampung.“Sesuai amanat Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, misi utama kami adalah mengirimkan relawan ke daerah yang masih dalam kondisi tanggap bencana,” ujarnya.

Menurut Wahyu, Kabupaten Agam menjadi salah satu titik terparah bencana di Sumatera Barat. Berdasarkan data per 13 Desember 2025, tercatat 192 orang meninggal dunia dan 72 orang masih belum ditemukan, yang tersebar di sembilan kecamatan terdampak.

Ia juga menyebutkan, terdapat 48 titik lokasi pengungsian yang tersebar di enam kecamatan, yakni Palembayan, Palupuah, Tanjung Raya, IV Koto, Malalak, dan Matur.

“Dengan kekuatan tim yang ada, kami berharap dapat menjangkau wilayah-wilayah terisolasi, memberikan pelayanan kesehatan, membantu penyaluran logistik, serta mendukung proses evakuasi bersama relawan rescue,” pungkas Wahyu.

Kehadiran relawan Lampung diharapkan dapat memperkuat upaya percepatan penanganan bencana dan pemulihan masyarakat Kabupaten Agam yang terdampak. (Ramona)