Harianpilar.com, BandarLampung – Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung melaksanakan Safari Jurnalistik 2025 dengan mengunjungi Kantor Harian Pikiran Rakyat di Jl. Asia Afrika No.77, Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/12).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus forum bertukar pengalaman terkait manajemen redaksi, transformasi digital, hingga strategi mempertahankan media di tengah tekanan industri.
Kunjungan dipimpin langsung Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, yang menegaskan pentingnya agenda ini untuk meningkatkan wawasan jurnalis pemerintah mengenai perubahan besar dalam lanskap media.
“IJP ini adalah organisasi jurnalis yang sehari-hari meliput di lingkungan Pemprov Lampung. Kami ingin belajar bagaimana Pikiran Rakyat mampu bertahan di tengah pesatnya digitalisasi, dan bagaimana mereka tetap menerbitkan koran sampai sekarang,” kata Abung.
Ia menambahkan bahwa sebagian anggota IJP juga merupakan pemilik media lokal yang kini menghadapi tekanan ekonomi.
“Kami ingin tahu apa resep Pikiran Rakyat bisa bertahan hingga sekarang. Itu penting untuk kami bawa pulang agar media-media di Lampung bisa tetap hidup,” ujarnya.
Abung berharap kunjungan ini tidak hanya memperkaya wawasan anggota IJP, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antarmedia untuk memperkuat ekosistem informasi di daerah.
Rombongan IJP Lampung disambut Managing Editor PRMN, Muhammad Bayu Pratama, yang memaparkan sejarah panjang Pikiran Rakyat sejak pertama kali hadir pada 1966. “Kami ini sudah 59 tahun, lebih tua dari sebagian besar orang yang bekerja di Pikiran Rakyat sekarang,” ujar Bayu.
Ia menjelaskan bahwa Pikiran Rakyat berawal dari radio, kemudian berkembang ke media cetak, dan pada 1996 merintis unit digital PikiranRakyat.com. Tahun 2019, korporasi ini berekspansi besar-besaran dan mengusung identitas baru: Pikiran Rakyat Media Network (PRMN), yang kini menaungi sekitar 180 media lokal di berbagai daerah.
“Kami tidak berafiliasi dengan politik. Konsep kami berada di tengah, bermitra dengan semua tanpa condong ke kiri atau kanan. Nilai inilah yang menjaga independensi kami,” kata Bayu.
Bayu turut memaparkan perjalanan panjang PRFM 107.5 FM, radio milik Pikiran Rakyat yang kini menjadi satu-satunya radio berita yang bertahan di Bandung Raya.
“Kekuatan PRFM ada pada kedekatan dengan publik. Laporan warga melalui grup WhatsApp bisa langsung ditindaklanjuti pemerintah. Hari ini dilaporkan, besok dikerjakan. Itu yang membuat PRFM tetap hidup,” ujarnya.
Setiap hari, PRFM menerima sekitar 10.000 laporan warga, mulai dari informasi lalu lintas, cuaca, layanan publik, hingga laporan-laporan unik.
Bayu juga menjelaskan bahwa media cetak di Indonesia tengah memasuki fase kritis sejak 2015. Namun ia melihat peluang menarik dari tren global.
“Di Amerika, sekitar 40 persen Gen Z mulai kembali ke produk fisik seperti koran, majalah, dan komik karena jenuh dengan media sosial. Ini peluang yang bisa digarap,” ujarnya.
Karena itu, Pikiran Rakyat kini aktif mendekatkan koran kepada mahasiswa dan komunitas muda. Sekitar 30 kampus di Bandung rutin terlibat dalam program edukasi dan kolaborasi mereka.
Salah satu inovasi adalah pendekatan memorabilia, seperti kolaborasi dengan klub Persib Bandung untuk menampilkan figur pemain baru di halaman depan koran.
Pada 2024, PRMN memperkenalkan Homeless Media, inisiatif untuk membantu kreator konten dan jurnalis independen yang kesulitan pendanaan. Program ini membuka akses jejaring media, publikasi kolaboratif, hingga peluang hibah internasional.
Selain itu, PRMN juga mulai menggandeng influencer lokal dan kreator mikro sebagai bagian dari strategi memperkuat media berjejaring.
“Kami ingin media lokal tetap hidup. Ada banyak talenta, tapi mereka kesulitan secara ekonomi. Melalui kolaborasi, hasilnya justru lebih besar untuk para pengelola,” pungkas Bayu.
Safari Jurnalistik 2025 ini menjadi momentum penting bagi IJP Lampung untuk memahami dinamika industri dan membawa pulang strategi nyata untuk memperkuat media lokal di daerah. Kunjungan ini sekaligus membuka pintu kolaborasi baru antara jurnalis pemerintah dan jaringan media nasional. (Ramona)









