oleh

Razia Aparat Tanpa Hasil, ‘Razia’ Warga Adat Amankan BBM dan Lima Eksapator Tambang Emas Ilegal

Harianpilar.com, Waykanan – Aparat gabungan dari TNI/Polri, Pol PP dan aparat pemerintah lainnya sudah beberapa kali melakukan razia tambang emas ilegal di sejumlah lokasi di Kabupaten Waykanan. Namun, razianya selalu nyaris tanpa hasil. Sebaliknya, ratusan masyarakat adat Blambangan Umpu saat melakukan hal serupa justru membuahkan banyak hasil.

Hal itu terjadi saat ratusan masyarakat adat Blambangan Umpu, Rabu (10/9), mendatangi lahan PTPN 1 regional 7 Blambangan Umpu yang marak praktik tambang emas ilegal. Warga adat setidaknya mengamankan lima unit alat berat jenis eksapator, ratusan liter bahan bakar minyak (BBM) subsidi, dan juga berhasil mengungkap puluhan titik tambang emas ilegal.

Koordiantor Lapangan (Korlap) masyarakat adat, Cahya Lana, mengatakan, kedatangan pihaknya ke lokasi itu untuk melakukan swiping lahan PTPN 7 Blambangan Umpu karena diduga masih ada puluhan tambang emas ilegal yang terus beroperasi. “Ternyata dugaan kami masyarakat adat Blambangan Umpu benar, terbukti masih banyak aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi. Kami meminta agar Polres Waykanan terus melakukan penindakan hingga menetapkan tersangka dan benar-benar dapat menghentikan aktivitas tambang emas ilegal di lahan PTPN,” tegasnya.

Tokoh Adat Kampung Blak, Ahmad Ganta, meminta agar Kapolda Lampung memberikan atensi tegas terhadap Kapolres Waykanan untuk terus mengusut pelaku tambang emas ilegal yang terus melakukan perusakan lingkungan.”Kami berharap pak Kapolda memberikan atensi khusus ke Kapolres Waykanan, agar benar-benar ditindak pelaku tambang meas ilegal ini,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Waykanan, AKP Sigit Barazili, di hadapan ratusan masyarakat adat Blambangan Umpu berjanji akan melakukan penindakan terhadap para pelaku tambang emas ilegal yang di-OTT oleh masyarakat adat. “Kami meminta agar masyarakat bersabar karena kami selain sedang melakukan penyitaan barang bukti, kami sedang mengumpulkan data untuk peroses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Dari pantauan wartawan Harian Pilar dilokasi, terdapat ratusan liter BBM jenis solar subsidi turut diamankan bersama 5 alat berat yang kemudian di angkut ke Kantor Polres Waykanan.