oleh

Heboh! Warga Tulang Bawang Digegerkan Semburan Lumpur dan Gas Bumi

Harianpilar.com,  Tulang Bawang – Warga Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, dibuat heboh dengan munculnya semburan lumpur disertai gas bumi, dari sebuah galian sumur bor.

Dalam video yang beredar, tampak semburan gas dan lumpur menjulang setinggi 25 hingga 40 meter. Salah seorang warga yang merekam mengatakan “pembuatan sumur bor ternyata menemukan gas, semburan gas. Di Impra Makmur, setinggi 25 meter lebih, 40 meter. Waduh, alami ini mah.”

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, peristiwa itu terjadi di hari Sabtu dimana ada sebuah galian sumur yang mengeluarkan semburan lumpur disertai gas. Itu terjadi di Rawajitu, Tulang Bawang,” ujar Yuni, Senin (11/8/2025).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan sterilisasi area semburan lumpur beserta gas di Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang.

“Kami sudah mengetahui terkait adanya semburan lumpur yang terjadi, dan saat ini tim dari Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Lampung tengah memeriksa kandungan gas yang ada di sana,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Selasa (12/8/2025).

Ia mengatakan untuk saat ini Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, serta pihak terkait tengah melakukan sterilisasi area sumur bor yang mengeluarkan semburan lumpur di Kampung Bumi Dipasena Makmur.

“Kami berhati-hati dalam menangani kejadian ini, sebab ini sebenarnya bisa dilakukan pemanfaatan energi akan tetapi masih perlu analisis serta kajian lebih dalam. Dan saat ini sterilisasi dilakukan agar memastikan lahan aman terlebih dahulu,” ucap dia.

Marindo menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekitar serta mencegah adanya permasalahan terkait kegiatan eksplorasi sumber energi di lahan yang menyemburkan lumpur disertai gas.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan kronologinya. Menurutnya, pengeboran sumur dimulai pada Senin (4/8) untuk kebutuhan air masyarakat setempat.

Hingga Sabtu, kedalaman pengeboran telah mencapai 100 meter dan pekerjaan dinyatakan selesai, tinggal menunggu kelancaran aliran air. Namun, pada pukul 15.00 WIB, tiba-tiba muncul semburan lumpur dari lubang bor.

“Di lokasi pengeboran tidak tercium bau gas. Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, area sumur sudah dipasangi pembatas agar warga tidak mendekat,” kata Yuni, Selasa (12/8).

Pihak kepolisian bersama dinas terkait dari Pemkab Tulang Bawang telah melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi dan tengah melakukan pengujian untuk memastikan penyebab semburan, sekaligus memeriksa kemungkinan adanya kandungan gas di dalam sumur bor. (Rls)