oleh

Informasi Razia Menyebar, Aktivitas Tambang Emas Ilegal Waykanan Mendadak Sepi

Harianpilar.com, Waykanan – Informasi akan adanya razia terhadap tambang emas ilegal di Kabupaten Waykanan menyebar cepat. Hal itu membuat aktivitas penambangan mendadak sepi dan berhenti.

Pantauan Harian Pilar, Senin (16/6), disejumlah lokasi tambang emas ilegal di Sungai Wayumpu dan dilahan milik PTPN 1 Regional 7, yang biasanya ramai aktivitas penambangan, mendadak sepi tanpa ada aktivitas.

“Informasinya dalam minggu ini mau ada razia dari Polda Lampung dan Polres Waykanan. Jadi memang tidak ada aktivitas,” ujar marasumber yang enggan namanya ditulis.

Terpisah, Kapolres Waykanan, AKBP Adenan Manggopang membenarkan dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan razia terhadap tambang emas ilegal. Razia ini sesuai dengan instruksi Kapolda Lampung.

“Dalam beberapa hari ini kami akan lakukan razia terhadap tambang ilegal,  sesuai dengan instruksi bapak Kapolda Lampung,” ungkap Kapolres.

Adnan berharap langkah ini dapat dukungan dari Bupati dan DPRD Waykanan agar kedepannya tambang ilegal betul-betul berhenti di Kabupaten Waykanan.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang emas ilegal di lahan milik PT.Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 7 (dulu PTPN 7) di Kabupaten Waykanan makan korban jiwa seorang bapak dan anaknya. Kedua korban tewas tertimbun dilokasi tambang emas tak berizin tersebut.

Korban diketahu bersama Catur Setiawan (45) dan anaknya Sindu Aji Binti Catur, warga dusun 1 Kampung Karangumpu, Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan. “Keduanya wafat dilokasi tambang emas ilegal di lahan milik PTPN di Kelurahan Blambangan Umum, Kecamatan Blambangan Umum pada Sabtu 10 Mei sekitar pukul 10.00 pagi,” ujar sumber yang meminta namanya tidak ditulis, baru-baru ini.

Salah satu korban yakni Sindu Aji Binti Catur merupakan siswa kelas 10 di SMA 1 Blambangan Umpu. Teman-teman korban sangat berduka atas wafatnya korban. “Sindu meninggal hari Sabtu tangga 10 Mei. Kami sangat berduka atas meninggalnya teman kami Sindu dan orang tuanya saat mencari emas di lokasi penambangan di lahan PTPN,” ujar Riski, salah satu teman korban bersekolah di SMA 1 Blambangan Umpu, Selasa (10/6).

Menurut Riski, Sindu merupakan anak yang baik dan suka berbagi dengan temannya, sehingga kawan-kawannya sangat merasa kehilangan Sindu.”Kami masih sangat berduka, mudah-mudahan dilapangkan kuburan Sindu,” ungkapnya.

Riski berharap aktivitas tambang ilegal itu dihentikan agar tidak ada korban lagi. “Iya hentikanlah penambangan itu,” harapnya.(*)