Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal disebut memberikan perhatian besar pada bidang infrastruktur, selain selalu mendapat keluhan langsung dari masyarakat juga karena bidang ini yang paling dibutuhkan masyarakat dan untuk menopang kemajuan sektor lain seperti ekonomi dan pariwisata. Bahkan, Mirza bukan hanya berjalan tapi mendorong Dinas Bina Marga Bina Kontruktursi (BMBK) yang menangani infrastruktur untuk berlari dalam semangat kerja.
Karena itulah kebijakan efisiensi anggaran tidak menyurutkan komitmen Gubernur untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Sai Bumi Ruwa Jurai. Gubernur menargetkan perbaikan 52 ruas jalan di seluruh Lampung selama 2025. Enam ruas jalan diantaranya jadi program prioritas percepatan (quick win) dan masuk dalam program 100 hari kerja.
Keenam titik jalan tersebut yakni ruas Pringsewu – Kalirejo, Kalirejo – Bangunrejo, Bandarjaya – Mandala, Kotabumi – Bandar Lampung, Jabung – Labuhan Maringgai, dan Metro – Tanjungkarang. Dan perbaikannya pun saat ini sudah hampir di-PHO-kan.
Kepala Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, menyampaikan bahwa Gubernur memiliki sejumlah terobosan agar komitmennya untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Lampung tetap berjalan meskipun ditengah badai efisiensi anggaran.
“Beliau (Gubernur Mirza) ini banyak terobosan dan harus kita apresiasi,” kata Taufiq dalam dialog #100HariKerja #MirzaJihan di Studio Pilar TV Ent, Jumat (23/5).
Terobosan pertama, kata Taufiq, Gubernur mengajak seluruh bupati dan walikota serta Anggota DPR RI Dapil Lampung untuk bersinergi dan bergotong royong memperbaiki infrastruktur jalan di Lampung. “Kita punya wakil-wakil di pusat (Senayan). Ini yang dimaksimalkan oleh Pak Gubernur untuk membangun Lampung perbaiki infrastruktur jalan di Lampung. Beliau (Gubernur) juga mengajak dan menggandeng bupati/walikota se-Lampung untuk kerja sama perbaiki infrastruktur jalan di Lampung. Ini terobosan pak gubernur. Sinergi kerja sama dan ini patut kita apresiasi,” bebernya.
Terobosan lainnya, lanjut Taufiq, adalah mewacanakan pinjaman dengan memperhatikan kekuatan APBD Provinsi Lampung. Kemudian melakukan kerja sama pemerintah badan usaha. “Dan selanjutnya dan sudah pernah kita laksanakan adalah dengan memaksimalkan CSR perusahaan. Ini pernah kita lakukan, misal anggaran perbaikan Rp10 miliar, Rp3,5 miliar perusahaan yang bayar, sisanya kita,” jelasnya.
Selanjutnya, kata Taufiq, komitmen Gubernur untuk membuat jalan Provinsi Lampung mantab adalah dengan tidak mengutak-atik anggaran infrastruktur jalan. “Ini arahan Pak Gubernur langsung. Anggaran infrastruktur tidak diutak-atik. Jadi yang kita efisiensi ini kan tidak ada perjalan dinas dan rapat-rapat di hotel,” kata Taufiq.
Taufiq juga menyampaikan, ada beberapa perbaikan jalan yang menjadi prioritas Gubernur Mirza. Pertama adalah ruas jalan yang padat penduduk dan kedua ruas jalan menuju pariwisata. “Karena ruas jalan ini yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika ruas jalan ini bagus, ekonomi bisa berputar bagus. Dan untuk pariwisata kita akan tingkatkan kapasitas jalan dengan melakukan pelebaran jalan di kanan dan kiri ruas jalan, agar kendaraan besar seperti bus wisata bisa masuk lokasi wisata,” bebernya.
Taufiq juga mengapresiasi kinerja dan komitmen Gubernur Mirza yang benar-benar serius untuk menangani infrastruktur jalan di Lampung. Diakuinya, Gubernur Mirza sering mendapat keluhan jalan rusak langsung dari masyarakat.
“Dan saat itu juga beliau (Gubernur) langsung menanyakan ke saya, bagian mana kondisi jalan disini? Dan pada saat itu juga, Pak Gubernur minta itu segera minta diselesaikan bagaimana caranya juga. Disitu kami sangat salut sama beliau. Kami disini kerjanya sudah seperti dibuat berlari, bukan berjalan lagi,” pungkas Taufiq. (*)









