oleh

KWT Tani Maju Sejahtera Juara Utama Lomba KWT se-Metro Utara

Harianpilar.com, Metro – KWT Tani Maju Sejahtera Purwosari dinobatkan sebagai juara utama pada Lomba Inovasi KWTse-Kecamatan Metro Utara ditutup dengan pengumuman para pemenang dan penyerahan hadiah pada Rabu, (21/5/2025).

Juara ke dua diraih oleh KWT Melati Dua Tiga Karangrejo, juara ketiga KWT Wanita Jaya Purwoasri. Sedangkan juara harapan I yakni KWT Anugrah Jaya Karangrejo, juara harapan II diraih KWT Tunas Harapan Purwoasri dan juara harapan ke tiga diperoleh KWT Sahabat Tani Banjarsari.

Lomba Inovasi KWTse-Kecamatan Metro Utara  diikuti oleh 14 KWT yakni KWT Sejahtera Maju Bersama (Purwosari), KWT Wanita Jaya Purwoasri (Purwoasri), KWT Sumber Pangan Abadi (Purwosari), KWT Tunas Harapan (Purwoasri), KWT Srikandi Sinar Baru (Banjarsari), KWT Tani Maju Sejahtera (Purwosari), KWT Anugerah Jaya (Karangrejo).

Kemudian, KWT Ratu Asri (Karangrejo), KWT Ria Melati Purwoasri (Purwoasri), KWT Sahabat Tani Sejahtera Banjarsari (Banjarsari), KWT Puji Lestari (Karangrejo), KWT Melati Karangrejo (Karangrejo), KWT Ngudi Lestari (Karangrejo) dan KWT Subur Makmur (Karangrejo).

Wakil Wali Kota Metro Muhammad Rafieq Adi Pradana menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh KWT yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat, kreativitas, dan inovasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi lebih dari itu, merupakan cerminan nyata dari peran aktif masyarakat terutama para ibu dalam memperkuat ketahanan pangan dari level rumah tangga.

“Urban farming hari ini bukan lagi sekadar tren, namun sudah menjadi kebutuhan terutama dalam menghadapi tantangan pangan dan perubahan iklim. Program ini merupakan strategi pemanfaatan lahan sempit di wilayah perkotaan secara produktif, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Rafieq dalam sambutannya.

Menurutnya, KWT telah menjadi ujung tombak gerakan pertanian kota, yang mampu menggerakkan masyarakat dari bawah dengan semangat gotong royong. Ia berharap hasil-hasil inovatif yang ditunjukkan oleh para KWT dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain dan mendorong lahirnya lebih banyak praktik pertanian berkelanjutan di wilayah urban.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Metro Heri Wiratno, memaparkan potensi besar yang dimiliki wilayah Metro Utara, khususnya dalam pemanfaatan lahan pekarangan.

“Metro memiliki total lahan sekitar 2.588 hektare, dengan 700 hektare di antaranya berupa lahan pekarangan dan lahan kosong yang sangat potensial. Di masing-masing kecamatan, termasuk Metro Utara kita sudah memiliki Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang berfungsi sebagai pusat perencanaan dan pelaksanaan program pertanian,” jelas Heri.

Ia menambahkan bahwa Karang Rejo, lokasi kegiatan lomba telah berkembang menjadi sentra sayuran dataran rendah yang hasilnya tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau wilayah luar provinsi hingga ke Bandar Lampung.

Namun demikian, ia juga melaporkan adanya tantangan dalam pengolahan lahan sawah di musim gadu tahun ini. Dari 789 hektare lahan yang ada di Metro Utara, sebagian masih dalam proses pengolahan akibat sistem pengairan giliran (gilir). Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan koordinasi dengan pihak balai irigasi guna mengatasi permasalahan tersebut. (Rls)