oleh

Arus Mudik dan Balik Lampung Lancar

Harianpilar.com, Bandarlampung – Musim mudik dan balik lebaran tahun 2025 di Provinsi Lampung secara umum berlangsung sukses san lancar. Hal tersebut terlihat dari lancarnya kendaraan yang melintas di jalan raya maupun di pelabuhan Bakauheni yang biasa menjadi langganan kemacetan maupun kesemrawutan kendaraan.

Selain itu, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2025 turun signifikan dibandingkan tahun 2024. Meskipun, angka kecelakaan lalu lintas selama mudik dan balik lebaran tahun 2025 naik sedikit dibandingka pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan, sukses dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun 2025 di Provinsi Lampung berkat kerja sama dan koordinasi yang apik antara semua instansi pemangku kepentingan, baik di darat, laut maupun udara dibawah komando Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika.

Bambang menyampaikan selama arus mudik dan balik lebaran pihaknya menempatkan sejumlah petugas di posko mudik yang menjadi simpul. Seperti di Bandara Raden Inten, terminal, stasiun kereta api, pos Tarahan, dua pos di Bakauheni yakni di terminal dan pos terpadu di Wika beton, baper zone gayam, baper zone rest area 20b, 49b, dan 87b, termasuk pos di rumah makan tiga saudara lintas timur.

“Lebaran 2025 sudah kita lalui semua. Mulai puncak arus mudik di H-3 dan puncak arus balik di H+4 dan H+5 semua bisa kita lalui dan kita kendalikan. Semua instansi pemangku kepentingan baik di zona laut bersama ASDP, KSOP, Polres Lamsel, kemudian zona darat, ada Dishub dan Ditlanatas Polda Lampung semua kolaboratif dan bersinergi demi kelancaran arus mudik dan balik lebaran tahun ini,” ujarnya, Rabu (9/4).

Bambang mengatakan pihaknya juga menerapkan beberapa strategi yang dilaksanakan untuk mensukseskan arus mudik dan balik lebaran 2025 sesuai arahan Menteri Perhubungan yang meminta agar Lampung tidak terjadi kemacetan, seperti di Pelabuhan Merak yang dikatakannya lancar.

“Kebetulan kemarin pada H+1, Pak Mentri hadir meninjau Bakauheni, beliau berpesan Merak lancar tidak ada kemacetan, Lampung juga diminta jangan ada kemacetan. Atas saran beliau, kemarin kita laksanakan strategi pengendalian penyebrangan Bakauheni-Merak,” bebernya.

Dalam pengendalian tersebut, lanjut Bambang, pihaknya membagi dalam dua zona. Pertama, pengendalian trip kapal penyeberangan dan pelayanan kapal melalui TBB (Tiba, Bongkar, Berangkat). “Jadi untuk menghindari kesemrawutan di Bakauheni kita lakukan penyamaran tiket, sehingga tiket berlaku di semua dermaga,” jelasnya.

Kemudian di sisi darat, pihaknya memaksimalkan baper zone dengan melakukan manajemen delay sistem jika ada antrian di Bakauheni. “Serta memastikan masyarakat yang masuk Bakauheni sudah punya tiket dengan berlakukan pemasangan stiker di kendaraan. Stiker ini menandakan bahwa kendaraan telah memiliki tiket, jadi yang belum ada stiker diharuskan beli tiket dulu. Kemarin Pak Gubernur dan Pak Ketua DPRD turut memasangkan stiker di kendaraan pemudik.” bebernya.

Kemudian, lanjut dia, penerapan sistem ferizy dengan jarak 4,24 kilometer sebelum pelabuhan Bakauheni juga diterapkan guna menghindari pencaloan tiket, dan kemacetan di pelabuhan Bakauheni.

“Kemudian pemberhentian dan pelepasan kendaraan di baper zone juga dimaksimalkan. Pelepasan kendaraan di baper zone sesuai dengan kebutuhan muat kendaraan di kapal. Jadi baper zone disini erfungsi sebagai filter atau stip jrsn sebelum masuk Bakauheni,” jelasnya.

Sukses dan lancarnya arus mudik juga disebabkan adanya perubahan moda perpindahan orang dari moda darat ke moda udara. Juga adanya perubahan moda kendaraan, dari kendaraan mobil pribadi dan motor ke angkutan umum bus atau kereta api.

Bambang mengatakan, angkutan udara di Lampung itu naik beberapa persen selama mudik lebaran. Ini dikarenakan adanya diskon hampir 20 persen di angkutan udara. Sementara itu, perubahan moda ke angkutan umum terjadi karena adanya program mudik gratis. “Ke depan stimulan seperti ini, diskon serta mudik gratis ke depan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena menarik besar perubahan dan berpengaruh besar mengurangi kemacetan,” kata dia.

Bambang menjelaskan, mudik lebaran tahun ini mengalami kenaikan jumlah penumpang namun terjadi penurunan di jumlah kendaraan. Kemudian, terjadi penurunan untuk kendaraan mobil  pribadi dan motor, tapi terjadi kenaikan di kendaraan bus. “Artinya ini terjadi perpindahan orang dari naik mobil pribadi dan motor menjadi naik bus. Karena ini terjadi adanya mudik gratis. Dan ini cukup efektif mengurangi kemacetan dan mudahan ke depan semakin dikembangkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Terkait angka kecelakaan, Bambang menyampaikan bahwa secara utuh terjadi kenaikan sedikit untuk jumlah kecelakaan dibanding tahun sebelumnya. Namun, terjadi penurunan yang signifikan untuk korban yang meninggal dibanding tahun sebelumnya. “Angka kecelakaan naik kisaran satu sampai dua persen. Dan korban meninggal turun signifikan, sehingga kerugian materiil juga menurun,” kata dia.

Bambang mengatakan, adaya edukasi tentang orang naik angkutan massal lebih safety sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat resiko kecelakaan. Apalagi, kata dia, safety bus saat ini sudah bagus, sopir bus bersertifikat, bus dipasang blac box untuk mengontrol kecepatan bus.

“Karena orang naik mobil pribadi dan motor tingkat kecelakaannya lebih tinggi. Artinya pemanfaatan angkutan massal lebih bagus dan akan mengurangi kualitas kecelakaan, atau menurunkan korban meninggal dalam kecelakaan,” pungkasnya. (*)