oleh

Sembilan Petahana Tumbang Versi Hitung Cepat

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sejumlah petahana di Lampung diprediksi tumbang dalam pilkada serentak 2024. Berdasarkan hitung cepat atau Quick count (QC) Rakata, Rabu (27/11), terdapat sembilan petahana yang hampir dipastikan tumbang. Mereka adalah Arinal Djunaidi, Dawam Rahardjo, Fauzi, Musa Ahmad, Winarti, Ardian Saputra, Nanah Ermanto, Wahdi Sirojudin, dan Dewi Handajani.

Arinal yang kembali maju dalam Pilgub Lampung dan berpasangan dengan Sutono, berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 94%, hanya mampu meraih suara 17,20%. Paslon nomor urut 1 ini kalah jauh dari penantangnya Paslon nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal – Jihan Nurlela (Mirza-Jihan) yang unggul jauh dengan suara 82,80%.

Nasib sama juga dialami Dawam Rahardjo. Dawam yang kembali maju sebagai calon bupati Lampung Timur (Lamtim) dan berpasangan dengan Ketur Erawan dari PDIP ini harus mengakui keunggulan lawannya Ela Siti Nuryaman – Azwar Hadi. Berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 80,58%, Dawam-Ketut hanya meraih 36,68%, sementara Ela-Azwar unggul 64,32%.

Kemudian, mantan wakil Bupati Pringsewu, Fauzi yang maju sebagai calon bupati Pringsewu berpasangan dengan Laras Tri Handayani dari PDIP sepertinya harus puas berada di posisi kedua. Berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 63,50%, Paslon Fauzi-Laras hanya meraih suara 26,53%. Sedangkan posisi pertama diraih oleh Paslon Riyanto-Umi dengan perolehan 45,41%.  Kemudian posisi ketiga ditempati oleh Paslon Adi-Hisbullah 17,23% dan posisi terakhir ada Ririn-Wiriawan dengan 10,83%.

Kemudian di Pilkada Lampung Utara (Lampura), mantan Wakil Bupati Ardian Saputra yang maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sofyan juga harus mengaku keunggulan lawannya Hamartoni-Romli. Berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 70,30%, Ardian-Sofyan hanya meraih 36,59%, Sedangkan Hamartoni-Romli unggul dengan 63,41%.

Kejutan terjadi di Pilkada Lampung Tengah (Lamteng) dan Tulangbawang. Cabup petahana Lamteng, Musa Ahmad yang diprediksi bakal menang mudah akhirnya dipaksa timbang oleh lawannya Ardito Wijaya yang notabene pasangannya pada Pilkada sebelumnya.

Berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 77,61%, Musa yang berpasangan dengan Ahsan Ahsan Said hanya meraih suara 35,36%, sedangkan Ardito yang berpasangan dengan Komang Koheri unggul dengan perolehan 64,64%.

Sementara, Winarti yang berpasangan dengan Reynata Irawan sepertinya harus puas berada di posisi kedua. Berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 98,51%, Win-Nata hanay meraih 25,16%. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh Paslon Qodratul -Hankam dengan perolehan 49,88%, dan posisi Terkahir diisi oleh Paslon Hendriwansyah-Danial Denga perolehan 24,96%.

Di Pilkada Lamsel, berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 100%, Paslon Nanang-Antoni hanya meraih 30,69%. Sedangkan lawannya paslon Egi-Syaiful unggul dengan perolehan 69,31%.

Kemudian di Pilkada Kota Metro, berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 100%, Paslon Wajdi-Womaru kalah dengan perolehan 38,55%. Sedangkan lawannya paslon Bambang-Rafieq unggul dengan 62,45%.

Terakhir di Pilkada Tanggamus, berdasarkan QC Rakata dengan data masuk 100%, Paslon Dewi-Ammar hanya peroleh 28,35%. Sedangkan lawannya paslon Saleh-Agus unggul dengan 71,65%.

Sebagai catatan, QC Rakata ini bukan hasil resmi KPU. Dan tingkat kepercayaan QC Rakata mencapai 99% dengan rerata toleransi kesalahan atau Margin of errornya diantara 0-5%. (*)