oleh

‘Uji Nyali’ Kejari Lamtim

Harianpilar.com, pBandarlampung – Indikasi adanya permainan dalam tender sejumlah proyek milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Timur (Lamtim) nampaknya akan jadi ajang ‘uji nyali’ Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sebab korps adiyaksa itu didesak mengusut masalah tersebut.

Ketua Pergerakan Masyarakat Analisis Kebijakan (Pematank) Lampung Suadi Romli mengatakan, adanya temuan dugaan permainan dalam proses tender proyek Disdik Lamtim ini merupakan pintu masuk Kejari Lamtim untuk melakukan proses hukum.

“Temuan ini pintu masuk Kejari Lamtim untuk memproses Disdikbud Lamtim. Apakah proses lelang proyek di dinas ini menyalahi aturan atau tidak,” ungkap Romli, Selasa (9/7).

Ditegaskan Romli, perlu adanya langkah konkrit dari Kejari Lamtim untuk mengurai temuan ini mulai dari proses lelang tender sampai dengan pelaksanaan proyek.

“Perlu langkah konkrit Kejari Lamtim untuk mengurai temuan ini dengan segera memeriksa pihak pihak yang terlibat di proyek Disdikbud Lamtim,” ungkapnya.

Sementara, Komisi IV DPRD Lamtim saat dimintai tanggapan terkait lelang tender proyek Disdikbud terkesan mengelak. Bahkan, beberapa anggota Komisi IV bungkam.

“Saya ini lagi di jalan ini Bung. Kalo bagusnya..nanti saya WA ke ketua Komisi IV,” kata anggota Komisi IV DPRD Lamtim Hendri, Selasa (9/7).

Sama hal dengan anggota Komisi IV lainnya yakni Wajib Husni. Saat dimintai tanggapan justru terkesan ngeles.

“Bentar ya bang, saya ini lagi di jalan. Bentar lagi nanti saya hubungi. Saya lagi silaturahmi tempat orang saya,” ujarnya.

Saat didesak untuk memberikan tanggapan, lagi lagi Wajib Husni menghindar.

“Saya kan secara prosedur belum paham. Jadi belum bisa memberikan tanggapan ya. Nanti abang tak telpon lagi ya,” jelasnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, tender sejumlah proyek milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) tahun 2023 dan 2024 diduga kuat sarat permainan.

Indikasi permainan itu terlihat dari banyaknya perusahaan yang bisa memenangkan tender banyak proyek yang nilai penawaran sangat mendekati Harga Perkiaraan Sendiri (HPS), peserta yang memasukkan penawaran hanya satu, hingga banyaknya tender dengan peserta tunggal.

Dari dokumen dan penelusuran Harian Pilar, tahun 2023 terdapat banyak perusahaan yang bisa memenangkan hingga empat paket proyek sekaligus dengan nilai penawaran sangat dekat dengan HPS, peserta tender yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenang, peserta tender mayoritas sama dan bergantian jadi pemenang. Bahkan, terdapat tender hanya dengan satu peserta.

Seperti CV. Radjo Punya bisa memenangkan empat proyek sekaligus dengan penawaran sangat minim penurunannya dari HPS, peserta yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenang, bahkan terdapat paket proyek yang tender dengan peserta tunggal sekaligus menjadi pemenang tender.

Empat proyek milik CV. Rajo Punya itu adalah pembangunan ruang tata usaha SMP Negeri 4 Batanghari Nuban Satap (DAK) dengan HPS Rp460 juta tendernya dimenangkan oleh CV.Rajo Punya dengan penawaran Rp450.001.858 hanya turun Rp9,9 juta atau 2,1 persen dari HPS. Tender proyek ini diikuti satu peserta yakni CV.Rajo Punya sekaligus menjadi pemenang.

Proyek pembangunan ruang LAB Komputer SMP Negeri 2 Waway Karya (DAK) dengan HPS Rp550 juta tendernya dimenangkan CV. Rajo Punya dengan penawaran Rp538.006.780 hanya turun Rp11,9 juta atau 2,1 persen dari HPS.

Tender proyek ini hanya diikuti dua peserta yakni CV. Arif Indah Pertama dan CV. Rajo Punya dan yang memasukkan penawaran hanya CV. Rajo Punya sekaligus menjadi pemenang.

Proyek pembangunan ruang LAB Komputer SMP Negeri 3 Batanghari Nuban (DAK) dengan HPS Rp548.600.000 tendernya dimenangkan CV. Rajo Punya dengan penawaran Rp534.469.786 hanya turun Rp14 juta atau 2,5 persen dari HPS.

Tender proyek ini hanya diikuti tiga peserta yakni CV. Tuwah Bapedan, CV. Royal Flush, dan CV. Rajo Punya dan yang memasukkan penawaran hanya CV. Rajo Punya sekaligus menjadi pemenang.

Proyek RKB MTs Maarif NU 23 Tri Tunggal Kecamatan Waway Karya dengan HPS Rp319.950.000 tendernya dimenangkan CV.Rajo Punya dengan penawaran Rp313.432.713 hanya turun Rp6,5 juta atau 2 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti dua peserta yakni CV. Merah Delima dan CV. Rajo Punya namun yang memasukkan penawaran hanya CV. Rajo Punya sekaligus menjadi pemenang tender.

Begitu juga CV. Laut Biru memenangkan tiga paket proyek sekaligus dengan kondisi yang sama. Yakni proyek rehab ruang kelas UPTD SD Negeri 1 Jadimulyo (DAK) dengan HPS Rp270 juta tendernya dimenangkan CV. Laut Biru dengan penawaran Rp262.558.560 hanya turun Rp7,4 juta atau 2,7 persen dari HPS.

Tender proyek ini hanya diikuti 2 peserta tapi yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenang yakni CV. Laut Biru.

Proyek pembangunan ruang LAB Komputer SMP Negeri 2 Way Bungur (DAK) dengan HPS Rp550 juta tendernya dimenangkan CV. Laut Biru dengan penawaran Rp540.311.852 hanya turun Rp9,6 juta atau 1,7 persen dari HPS.

Tender proyek ini hanya diikuti 3 perusahaan tapi yang memasukkan penawaran hanya satu yakni CV. Laut Biru sekaligus menjadi pemenang tender.

Proyek pembangunan Jamban/Toilet SMP Negeri 1 Way Bungur (DAK) dengan HPS Rp300 juta tendernya dimenangkan CV. Laut Biru dengan penawaran Rp290.628.276 hanya turun Rp9,3 juta atau 3,1 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti 3 peserta tapi yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenang yakni CV. Laut Biru.

Hal serupa juga terjadi pada CV. Arfatia yang memenangkan tiga paket sekaligus dengan kondisi serupa. Yakni proyek RKB SD Negeri 2 Wonokarto Kecamatan Sekampung dengan HPS Rp446.750.000 tendernya dimenangkan Arfatia dengan penawaran Rp439.208.969 hanya turun Rp7,5 juta atau 1,6 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti oleh empat peserta tapi yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenag tender yakni Arfatia.

Proyek Pembangunan Ruang LAB Komputer SMP Negeri 1 Marga Sekampung (DAK) dengan HPS Rp550 juta tendernya dimenangkan Arfatia dengan penawaran Rp538.477.158 hanya turun Rp11,5 juta atau 2 persen dari HPS. Tender proyek ini hanya diikuti satu peserta sekaligus menjadi pemenang.

Proyek pembangunan Jamban/Toilet SMP Negeri 2 Sekampung Udik (DAK) dengan HPS Rp300 juta tendernya dimenangkan Arfatia dengan penawaran Rp291.253.245 hanya turun Rp8,7 juta atau 2,9 persen dari HPS.

Tender ini diikuti tiga peserta tapi yang memasukkan penawaran hanya satu sekaligus menjadi pemenang tender.

Pada proses tender proyek Disdikbud Lamtim tahun 2024 masalahnya terjadi lebih parah. Sebab banyak sekali ditemukan tender proyek dengan peserta tunggal.

Seperti tender proyek tahun 2024 berupa pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD Negeri 1 Gunung Sugih Kecil (DAK) dengan HPS Rp420 tendernya dengan peserta hanya satu yakni CV. Satria Intan Perkasa sekaligus jadi pemenang.

Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SD Negeri 1 Lehan (DAK) dengan HPS Rp210 juta tendernya dengan peserta tunggal yakni Cv. Biru Langit sekaligus jadi pemenang.

Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SMP Negeri 1 Sekampung Udik (DAK) dengan HPS Rp645 juta tendernya dengan peserta tunggal yakni Sketsa Kontruksi.CV sekaligus jadi pemenang.

Proyek pembangunan ruang laboratorium komputer SMP Quran Al Muminin (DAK) dengan HPS Rp263.974.000 tendernya dengan peserta tunggal yakni CV.Somajaya Konstruksi sekaligus jadi pemenang.

Proyek rehab ruang kelas SMP Muhammadiyah 1 Pekalongan (DAK) dengan HPS Rp405 juta tendernya dengan peserta tunggal yakni CV Hanindhya sekaligus jadi pemenang.

Proyek rehab ruang kelas SMP Negeri 3 Sekampung (DAK) dengan HPS Rp270 juta tendernya dengan peserta tunggal yakni CV.Gedung Intan sekaligus jadi pemenang.

Proyek rehab ruang kelas SMP Negeri 4 Sekampung (DAK) dengan HPS Rp270 juta tendenrya dengan peserta tunggal yakni CV. Fajar Jaya sekaligus jadi pemenang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamtim, Marsan hingga berita ini diterbitkan belum menjawab konfirmasi.

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp miliknya tidak menjawab meski pesan terkirim. Begitu juga Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Lamtim, Prapto, tidak menjawab saat dikonfirmasi. (*).

Komentar