Harianpilar.com, Bandarlampung – Tim Penjaringan DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung mencatat telah menerima dua pendaftar di hari pertama pembukaan pendaftaran bakal calon gubernur (Balongub) dan wakil gubernur Provinsi Lampung.
Keduanya bukan berlatar belakang politikus atau nonpartai yakni, Riswan Murah seorang pengusaha yang mengambil formulir Balongub dan Ketua Jaman Lampung Abu Hasan yang mengambil formulir balon Wagub.
Ketua Tim Penjaringan DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Watoni Noerdin mengatakan, hari ini tim panitia penjaringan dan penyaringan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur telah memulai menerima pendaftaran.
“Tadi pukul 10.45 sudah ada bacalon yang mendaftar yaitu atas nama Riswan Mura yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur, beliau seorang pengusaha dan bergerak juga dibidang pertanian, dan didampingi 8 orang simpatisan serta LO,” katanya, Senin (22/4).
“Kemudian disusul oleh pendaftar kedua yaitu atas nama Abu Hasan yang datang tepat pukul 11.20 didampingi oleh 25 orang simpatisan. Beliau berkeinginan mengambil formulir bakal calon wakil gubernur, kedua calon yang mendaftar hari ini non partai,” lanjutnya.
Watoni mengatakan, sebelum memberikan formulir, tim penjaringan menjelaskan beberapa hal mengenai syarat dan ketentuan apa saja yang harus pendaftar penuhi.
“Dari pertemuan tadi sudah kami sampaikan beberapa hal, yang pertama setelah pengambilan formulir, pendaftar diminta untuk segera melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan dan setelah itu mengembalikan formulir untuk nantinya dilakukan pendalaman,” ujarnya.
Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh pendaftar yaitu SKCK, surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan sehat jasmani dan rohani, surat keterangan dari pengadilan, ijazah terakhir, pas photo, surat keterangan domisi, KK dan KTP serta visi misi calon gubernur maupun wakil gubernur.
“Selain syarat yang harus dipenuhi, tentu kami juga menegaskan kalau pendaftaran penjaringan ini tidak dipungut biaya apapun atau tanpa mahar. Kecuali nanti setelah penyaringan selesai kemungkinan ada biaya untuk kepentingan pribadi para calon seperti dana kampanye dan lainnya,” ungkapnya.
Watoni menyampaikan harapan DPD PDI Perjuangan Lampung bahwa pendaftar yang mencalonkan diri dari PDI Perjuangan adalah orang-orang yang memang mendaftar secara serius dan memiliki tekad untuk memberikan dan melanjutkan proses pembangun di Provinsi Lampung.
“Jadi bukan hanya sekedar mendaftar saja tapi juga harus memiliki keinginan dan tujuan yang mulia untuk Provinsi Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Riswan Muri menjelaskan alasan dirinya mendaftarkan diri menjadi bakal calon gubernur Lampung dari PDI Perjuangan karena memiliki kecintaan pada ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
“Kita militan dari bu Megawati, kita adalah Soekarnois yang betul-betul mencintai perjuangan beliau dengan ideologinya yaitu pancasila,” ujarnya.
Dia mengaku sebagai pejuang rakyat Lampung sejak tahun 2010, memiliki prestasi membangun pendidikan dengan mendirikan pondok pesantren. Dari segi persiapan, dia mengumpulkan niat mental untuk membangun sumber daya manusia (SDM) di Bumi Ruwa Jurai.
“Persiapan kita itu niat, mental kita membangun anak-anak Lampung untuk SDM, kalah materi kita gak ada, kita calon termiskin. Saya di umur 15 tahun pengusaha kayu, kalau Jokowi mebel saya tukang kayu, yang saya tekuni sekarang soal pertanian” tuturnya.
Untuk program yang akan dibawanya adalah infrastruktur, pendidikan, pemberantasan korupsi dan narkoba. “Itu yang meresahkan bagi rakyat. Sisi materi saya termiskin, tapi dari syukur itu saya yang kaya,” tutupnya.
Terpisah, Abu Hasan menyampaikan terimakasih atas sambutan baik dan antusias dari DPD PDI Perjuangan Lampung.
“Dan kami juga sangat simpati dengan proses penerimaan hingga penyerahan formulir yang dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung,” tandasnya. (*).









