Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak para wisudawan terus meningkatkan keahlian sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing serta menjadi sarjana penggerak dan pelopor di dalam masyarakat dan di dalam pembangunan.
Hal itu disampaikan Gubernur Arinal saat menghadiri acara Wisuda Sarjana Starta 1 (S1) Universitas Muhamadiyah Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Selasa (5/9).
“Tampilkan jati diri dan identitas sebagai tenaga kerja muslim yang professional dalam bidang apapun pekerjaannya,” ujar gubernur.
Gubernur mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan yang di wisuda pada hari ini.
“Saya berbahagia karena melalui wisuda ini, maka akan bertambahnya sumber daya manusia yang siap pakai untuk mengisi apangan kerja khususnya di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Gubenur mengatakan, sebagai representasi generasi muda dan menjadi bagian akar rumput masyarakat, wisudawan harus dapat memanfaatkan dunia akademis dan lingkungan sosialnya, sebagai lahan untuk merintis jiwa kepemimpinan yang berjiwa besar, menjadi problem solver sekaligus change maker atas berbagai permasalahan sosial di masyarakat.
Menurutnya wisudawan harus mulai berpartisipasi aktif, dalam menyiapkan berbagai solusi untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Pemerintah Provinsi Lampung membutuhkan sumbangsih dari kalangan pendidik, tenaga kependidikan, dan para pengelola lembaga-lembaga pendidikan untuk mewujudkan Provinsi Lampung yang bermartabat,” ujarnya.
Gubernur juga berpesan kepada para wisudawan agar terus meningkatkan keahlian sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing serta menjadi sarjana penggerak dan pelopor di dalam masyarakat dan di dalam pembangunan.
Menurutnya, Universitas Muhammadiyah Lampung sebagai perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Dirinya berpendapat lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam mencapai cita-cita bangsa Indonesia yang telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Untuk mencapai cita-cita tersebut harus dengan kerja keras kita semua. Pemerintah tidak mungkin dapat memenuhi kewajibannya untuk menjamin terpenuhinya pendidikan seluruh rakyat, tanpa ada kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan swasta,” pungkasnya. (Ramona/JJ).









