Harianpilar.com, Bandarlampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersinergi dan kolaborasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Darah (TPID) dan Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan “Panen Bawang Merah dalam rangka Implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung” di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (21/8).
Kegiatan diawali dengan panen bawang merah bersama dan dilanjutkan dengan seremoni penyerahan bantuan dalam mendukung budidaya komoditas ketahanan pangan baik oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia Provinsi Lampung, juga simbolis penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan.
Selain itu juga dilakukan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, serta sosialiasi penggunaan Guick Response Code Indonesian Standard (ORIS).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiyono menyampaikan, kegiatan ini merupakan momentum untuk mendorong peran petani dalam menekan inflasi, khususnya inflasi pangan.
“Kegiatan panen ini menjadi momen kemajuan budidaya komoditas pangan khususnya bawang merah dan menjadikan Provinsi Lampung sebagai sentra budidaya bawang merah sebagai upaya untuk menjaga inflasi komoditas yang bergejolak (volatile foods),” ujarnya dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (21/8).
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmi Widriani, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai respon atas terjadinya defisit produksi bawang merah di Provinsi Lampung.
“Provinsi Lampung masih mengalami defisit komoditas bawang merah, dengan produksi tahun 2022 sebesar 1.762 ton dan konsumsi rumah tangga mencapai 30.079 ton per tahun, sehingga ketersediaanya 90X harus dipasok dari luar Provinsi Lampung” imbuhnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut baik upaya bersama yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Bank Indonesia, serta pihak terkait lainnya sebagai bagian dari rangkaian implementasi program GNPIP di Provinsi Lampung.
“Harapannya juga dengan adanya program ini dapat turut mendorong pengembangan sentra budidaya bawang merah, guna meningkatkan kemandirian pangan daerah yang pada gilirannya dapat mendukung ketahanan pangan nasional. Tentunya upaya tersebut dapat terwujud melalui kolaborasi Bank Indonesia bersama dengan berbagai lembaga maupun mitra strategis lainnya,” harapnya.
“Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum kolaborasi antar lembaga dan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan sinergi dalam upaya menekan inflasi daerah serta dapat meluas di berbagai wilayah lainnya di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Ramona/JJ).









