Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Ke-78 RI, secara virtual di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Rabu (16/8).
Selain gubernur Lampung, kegiatan juga dihadiri oleh wakil gubernur Lampung Chusnunia, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay, jajaran forum koordinasi pimpinan daerah, perwakilan perguruan tinggi, organisasi, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.
Dalam pidatonya Presiden Joko Widodo membahas berbagai aspek kebijakan dan arah pembangunan bangsa yang akan dijalani menjelang tahun politik. Setidaknya ada beberapa poin yang disampaikan oleh Presiden, diantaranya yakni , pertama soal kepemimpinan, Presiden Joko Widodo menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang berkualitas dalam menentukan masa depan Indonesia.
Kedua soal, kesempatan dan tantangan, Presiden Joko Widodo memandang tahun politik sebagai kesempatan berharga untuk merumuskan dan menjalankan kebijakan-kebijakan yang mendukung kemajuan bangsa.
Ketiga soal, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Presiden Joko Widodo menyoroti pentingnya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi masa depan.
Keempat soal, hilirisasi dan ekonomi hijau, Presiden Joko Widodo membahas strategi ekonomi hijau dan hilirisasi sebagai peluang besar bagi Indonesia.
Presiden menjelaskan bahwa hilirisasi akan membantu mengolah sumber daya alam dengan lebih baik, memberikan nilai tambah bagi produk-produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kelima soal, International Trust dan Diplomasi, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya international trust yang telah Indonesia bangun melalui peran aktifnya di forum internasional.
Presiden menyebutkan pencapaian Indonesia dalam G20 dan kepemimpinannya di ASEAN sebagai faktor yang memperkuat peran dan pengaruh diplomasi Indonesia di tingkat global.
Keenam soal peran lembaga negara dan komponen masyarakat, Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran lembaga-lembaga negara, lembaga tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta semua komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan dan reformasi di Indonesia. (Ramona/JJ).









