oleh

Penyandang Disabilitas 6 Daerah Dapat Bantuan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Riana Sari Arinal menutup kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) tahun 2023, di Aula Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Waykanan, Senin (7/8).

Kegiatan UPSK di Waykanan ini merupakan kegiatan yang keempat dari rangkaian kegiatan UPSK yang terjadwal sebanyak 6 kali di antaranya, di Kabupaten Pringsewu, Lampung Timur, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Pesisir Barat dan Lampung Utara.

Dimana, di setiap lokasi pelaksanaan UPSK, tim memberikan layanan kepada 100 penyandang disabilitas.

Tim UPSK hadir dengan tim lengkap yang terdiri dari tenaga medis (dokter) RSU Abdoel Moeloek, dokter kejiwaan dari RSJ, Psikolog dan pekerja sosial.

Di kecamatan Blambangan Umpu, Waykanan, kali ini tim memberikan pelayanan UPSK bagi 65 penyandang disabilitas fisik, 26 penyandang disabilitas sensorik, 5 penyandang disabilitas intelektual, serta 4 penyandang disabilitas mental.

Di kesempatan itu, Riana Sari menjelaskan, kegiatan UPSK tahun 2023 merupakan aksi nyata gubernur Lampung dalam menjalankan misi ketiga pembangunan daerah, yaitu dalam “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Mengembangkan Upaya Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan Dan Penyandang Disabilitas”.

Riana juga mengapresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan UPSK di Kabupaten Waykanan, karena dengan kegiatan ini, kehadiran pemerintah khususnya untuk penyandang disabilitas dan masyarakat pada umumnya, terasa begitu sangat dekat dalam hal memberikan pelayanan sosial yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Kegiatan UPSK ini merupakan kegiatan yang layak untuk dilanjutkan dan diperluas jangkauan wilayahnya. Untuk itu, Saya harap Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk dapat mengadopsi kegiatan UPSK ini didalam program kerjanya, guna meningkatkan jangkauan pelayanan sosial Penyandang Disabilitas,” kata Riana Sari.

Menurut Riana Sari, kepedulian masyarakat terhadap keberadaan penyandang disabilitas di lingkungan masing-masing sangatlah penting. Dukungan sosial keluarga dapat menjadi kekuatan bagi para penyandang disabilitas.

“Saya berharap bagi keluarga yang memiliki anak atau saudara penyandang disabilitas agar jangan sampai disembunyikan karena malu memiliki mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Riana Sari menyerahkan bantuan bagi penyandang disabilitas berupa 25 kursi roda dan 2 kaki palsu yang akan diproses kemudian di Dinas Sosial. Selain itu, bupati Way Kanan juga menyerahkan bantuan 24 kursi roda. (*).