Harianpilar.com, Lampung Utara – Diduga tercemar limbah ampas singkong (onggok) dari sejumlah pengusaha onggok, air sumur warga di lingkungan IV, Fajarratu, Kotabumiilir, Lampung Utara (Lampura) tak lagi aman untuk dikonsumsi. Selain berbau, air sumurnya juga terlihat keruh dan tidak layak konsumsi.
“Kondisi seperti ini terjadi hanya saat musim hujan saja. Setiap hujan turun, air sumur pasti berbau dan keruh,” ucap Febri Harjaya, warga Lingkungan IV, Kotabumiilir, Senin (3/4).
Ia menduga bahwa tercemarnya air sumurnya itu dikarenakan limbah onggok yang tergenang di rawa dekat rumahnya. Onggok itu hanyut terbawa air saat hujan. Lokasi penjemuran onggok itu sendiri hanya berjarak sekitar 50-an meter dari rumahnya.
“Onggok-onggok yang hanyut itu ngumpulnya di rawa dekat rumah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat ia sekeluarga tidak berani untuk mengonsumsi air sumur. Mereka terpaksa mengambil air untuk keperluan masak dan minum di rumah orang tuanya.
Ia mengaku telah berusaha memberitahukan pihak yang mengelola onggok tersebut terkait kondisi sumurnya. Namun, keluhannya itu kurang mendapat respons.
“Saya cuma minta lokasi penjemuran onggok itu diperbaiki, namun kurang mendapat respons yang baik dari pihak pengelola onggok itu,” kata dia.
Hal ini jugalah yang membuatnya berencana untuk meminta bantuan pada dinas lingkungan hidup untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya. Dengan demikian, air sumur mereka dapat kembali dikonsumsi seperti biasanya.
“Tujuannya cuma agar air sumur saya bisa digunakan kembali. Itu saja,” tuturnya.
Sementara, pihak pengelola onggok di sekitar lokasi sumur warga belum berhasil dikonfirmasi, lantaran tidak berada di tempat . (*).









