oleh

DPRD Sorot Proyek RSUDAM

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan salah satu proyek tahun 2022 milik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) mendapat sorotan tajam dari Komisi V DPRD Lampung selaku mitra kerjanya. Para wakil rakyat itu akan turun langsung ke lokasi proyek serta menindaklanjuti jika ada temuan masalah dalam proyek tersebut.

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas mengatakan, pihaknya akan melihat langsung kondisi fisik proyek yang sebenarnya. “Kita akan melihat kerusakan ini akibat faktor apa saja,” ujarnya, Selasa (27/3).

Menurutnya, kegiatan proyek itu pasti ada pemeriksaan baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun inspektorat. “Dan kalau memang ada temuan, maka mereka harus mengembalikan,” kata dia.

Kendati demikian, jika sudah ada pemeriksaan tapi tidak ada temuan tapi masih ada kerusakan, maka Komisi V minta direkrut RSUDAM untuk mengingatkan kepada pekerja proyek untuk melakukan perbaikan. “Kalau itu masih ada masa pemeliharaan,” kata dia.

Namun, lanjut dia, jika memang benar ada indikasi permasalahan dalam proyek tersebut maka Komisi V akan menindaklanjuti persoalan tersebut. “Karena proyek itu kan pakai uang rakyat juga. Makanya kita harap RSUDAM bisa menindaklanjuti persoalan ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Pelaksanaan salah satu proyek tahun 2022 milik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) terindikasi bermasalah. Meski bernilai miliaran namun kondisi proyek itu memprihatinkan.

Sebab dibeberapa bagian rusak, bahkan indikasi masalah sudah terjadi sejak tahap tender.

Dari dokumen dan penelusuran Harian Pilar, diketahui dalam tahap tender penurunan nilai penawaran proyek bernilai miliaran itu hanya 1 persen dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Anehnya, meski nilai penawaran pemenang tender sangat minim, ternyata kualitas proyek itu sangat meragukan.

Sebab baru hitungan hari kondisinya justru sudah ada bagian yang rusak. Banyak keramik lantai yang sudah pecah, dinding retak-retak, plafon bolong, bahkan cat dinding secara kasat mata terlihat banyak yang sudah pudar.

Proyek itu yakni revitalisasi gedung instalasi rawat jalan tahun 2022. Proyek ini memiliki HPS Rp3.499.910.467, tendernya dimenangkan oleh CV. DMG dengan penawaran Rp3.447.315.900 hanya turun Rp52.594.567 atau 1,5 persen dari HPS.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUDAM Dr. H. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH.,MHSM mengatakan, proyek tersebut masih dalam masa perbaikan. “Masih ada perbaikan,” singkatnya.

Namun ketika wartawan ini menanyakan terkait jangka waktu berapa lama pemeliharaan proyek tersebut, Lukman enggan menjawabnya.

Begitu pun saat ditanya terkait bagaimana pengawasan proyek dan alasan kenapa PHO proyek diterima, Lukman juga enggan menjawabnya. Meskipun Lukman telah membaca pertanyaan yang disampaikan wartawan ini melalui WhatsApp pribadinya. (*)