Harianpilar.com, Bandarlampung – Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung tahun 2022 yang akan dilaksanakan Jumat (23/12) di Hotel Novotel Bandarlampung diragukan keabsahannya. Pasalnya, dalam proses Musprov yang akan memilih Ketua Umum Kadin Lampung dinilai tidak transparan.
Bahkan, sejumlah bakal calon ketua Kadin Lampung merasa dihambat saat mengukuti proses pendaftaran.
“Hingga hari ini, tidak ada rilis resmi sama sekali dari panitia pelaksana (panpel) terkait siapa yang akan menjadi calon ketua dalam proses musprov besok,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Bidang Konstruksi, Yonansyah, Rabu (21/12).
Dalam keterangan persnya, Yonas menyebut beberapa nama yang sudah mencoba mengikuti proses pendaftaran calon ketua umum Kadin Lampung mengalami perlakuan yang sama, yakni dihambatnya proses pendaftaran dan ketiadaan transparansi terkait peserta musprov dari kepengurusan Kadin kabupaten-kota dan Anggota-anggota Luar Biasa Kadin di Lampung sebagai pemilik suara dalam musyawarah tersebut.
“Setelah beberapa kali datang ke Sekretariat Kadin, tidak ada panitia yang dipersiapkan untuk pelaksanaan proses musprov,” ujar Yonas, Rabu (21/12) di salah satu kedai kopi di bilangan Pahoman.
Dalam keterangan terpisah, Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam Daerah Kadin Lampung, Yudith Bawono Yudho, mempertanyakan proses muskab-muskot Kadin yang dirasa kurang dilaksanakan.
“Kita sama sekali tidak pernah mendengar ada prosesi musyawarah di tingkat kabupaten-kota. Cek aja dari pemberitaan atau kerja-kerja koordinasi dengan organisasi Kadin di tingkat provinsi,” jelas dia.
Beberapa pengurus yang mencoba meminta database keanggotaan Kadin selalu dijawab akan ditindaklanjuti. “Tetapi, hingga beberapa hari sebelum musprov dilaksanakan, staf sekretariat Kadin selalu menghindar,” urai Yudith.
Terpisah, Wakil Ketua Bidang OKK Kadin Lampung, Yuria Tubarat saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut meminta wartawan untuk mengkonfirmasi ke Ketua SC Musprov Kadin Lampung Romi Junanto Utama.
Sementara, Romi saat dikonfirmasi mengaku belum bisa berkomentar. Karena dirinya bukan Humas Musprov. “Nanti saya lihat dulu ya. Soalnya saya bukan humasnya. Ada sendiri humasnya,” kilah Romi. (*).









