oleh

Hasil Panen Dijarah, Petani Sawit Lamteng Minta Perlindungan Polda

Harianpilar.com, Bandarlampung – Puluhan masyarakat petani sawit dan singkong Kecamatan Anak Ratu Aji, Lampung Tengah, yang merupakan petani penggarap lahan eks Tran Pago Jaya/Tris Delta Agrindo (TDA), sambangi Polda Lampung, Senin (19/12).

Kedatangan petani yang berasal dari dua kampung yakni, Kampung Sukajaya dan Negara Bumi Udik ini, untuk mempertanyakan tindaklanjut pengaduan atas dugaan adanya penjarahan hasil panen kelapa sawit juga singkong milik petani yang diduga dilakukan oknum kelompok masyakarat.

Selain itu, para petani meminta perlindungan Polda Lampung atas adanya intimidasi yang dialami sejumlah petani. Mengingat, kondisi saat ini di lokasi pertanian sudah mulai tidak kondusif.

“Kedatangan kami ke Polda Lampung untuk mempertanyakan tindaklanjut pengaduan adanya penjaran hasil panen sawit dan singkong milik petani, yang diduga dilakukan oknum kelompok masyarakat,” ungkap salah seorang perwakilan petani Sahid, saat ditemui di Polda Lampung, Senin (19/12).

Selain itu, kata Sahid, pihaknya juga mempertanyakan tindak lanjut laporan pencurian kelapa sawit di Polres Lampung Tengah (Lamteng).

“Kami hadir di sini untuk melaporkan sekaligus menanyakan ke Polda Lampung soal progres laporan yang sudah kami lakukan ke Polres Lampung Tengah,” tegasnya.

Dijelaskan Sahid, jika saat ini para petani sawit dan singkong tidak berani mengambil hasil panen di lahan pekebunan mereka, lantaran adanya intimidasi yang diduga dari oknum kelompok masyarakat.

“Kami tidak berani mengambil hasil panen, karena ada intimidasi,” ujarnya.

Untuk itu, Sahid berharap Polda Lampung untuk segera mengambil tindakan atas situasi yang dialami para petani di Kecamatan Anak Ratu Aji ini.

“Kami minta Polda segera menindak pelaku penjarah kelapa sawit, sebelum situasinya memanas,” ungkap Sahid.

Jika tidak segera ditindak, tidak menutup kemungkinan para petani sawit dan singkong akan melakukan perlawanan.

“Apa boleh buat, jika tidak ada tindakan dari kepolisian kami akan melawan. Jangan salahkan kami kalau nekat mengambil langkah dengan cara kami. Bentrok dan berantem, ayok! Kami siap untuk mempertahankan hak kami,” tegas Sahid.

Sebelumnya, Kuasa Hukum korban aksi pencurian tandan buah sawit di Lampung Tengah, Handri Martadinyata, berharap pengaduan petani penggarap lahan eks Tran Pago Jaya bisa segera ditindaklanjuti oleh Polda Lampung.

“Penduduk desa yang bermata pencaharian sebagai petani otomatis tidak dapat menikmati hasil kebunnya. Dan ini baru kali pertama terjadi sejak puluhan tahun,” kata dia.

Terkait kedatangan perwakilan petani ini, pihak Polda Lampung belum berhasil diminta tanggapan. Saat ditemui di ruang kerjanya, Kabid Humas Polda Lampung Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, tidak berada di tempat.

“Iya Pak Pandra sedang rapat, belum tau selesainya jam berapa,” kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bid Humas Polda Lampung AKBP Rahmad Hidayat, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/12). (JJ)