oleh

Paman Bejat, Rudakpaksa Ponakan di Kebun Kopi

Harianpilar.com, Pesawaran – Bejat dan tak bermoral, itulah kalimat yang pantas disematkan pada WH (46), warga Dusun I Batu Api Desa Bunut, Kecamatan Wayratai, Kabupaten Pesawaran.

Pasalnya, pria hampir separoh baya tersebut secara tega rudapaksa anak di bawah umur TA (15), seorang pelajar warga Bunut Kecamatan Wayratai-Pesawaran.

Dan mirisnya lagi diketahui belakangan, pelaku merupakan paman dari korban sendiri.

Karuan, pelaku (WH) yang keseharian bekerja sebagai seorang pedagang tersebut terpaksa harus berurusan dengan polisi dan bakal mendekam di hotel prodeo untuk waktu lama.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.I.K., M.Si. (Han) melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin, S.H., M.H mengatakan, ditangkapnya WH (pelaku-Red) berdasarkan laporan LP / 732 / XI / 2022 / SPKT / Polres Pesawaran / Polda Lampung Tanggal 21 November 2022 tentang diduga telah terjadinya tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

KasatRes Polres Pesawaran, Supriyanto Husin menjelaskan,  peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 20 November 2022 sekira Pukul 18.30 WIB.

“Tempat kejadian perkara rudapaksa di kebun kopi, ” jelas KasatRes Supriyanto, Sabtu (26/11).

Diungkapkan Supriyanto, modus pelaku dalam melakukan rudapaksa tersebut adalah dengan cara meminta izin kepada ibu korban untuk menemaninya mengantarkan teman dari anak pelaku pulang.

Supriyanto melanjutkan, saat di perjalanan justru pelaku malah membawa korban yang saat itu berdua dengan pelaku ke lapo tuak, dimana lokasi lapo tuak tersebut berada di daerah Desa Anglo yang jaraknya jauh dari rumah korban.

“Dan pada saat itu pelaku juga mengajak korban untuk minum tuak, namun korban menolak ajakan pelaku,” jelasnya.

Lantaran sudah terbawa pengaruh minuman, pelaku yang kalap langsung memaksa korban untuk ikut bersama dirinya ke kebun yang sepi.

“Pada saat itu korban tidak mau ikut, namun justru diseret oleh pelaku yang merupakan paman korban”, terangnya.

Sambil menyeret korban ke tengah kebun yang sepi, pada akhirnya pelaku berhasil merudapaksa keponakannya yang usianya masih sangat belia tersebut.

“Meski dengan teriakan korban yang meminta tolong namun di saat yang sama dibekap mulutnya oleh tangan pelaku. Namun, meski sudah diancam oleh pelaku, korban tetap menceritakan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku kepada ibu korban,” unhgkap Kasatreskrim.

Kemudian, kata KasatRes, setelah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi, pihakya melalui Unit IV Satreskrim Polres Pesawaran yang dipimpin oleh Aiptu Feri Ariyan Sori berhasil mendapati informasi keberadaan pelaku.

Dimana pada Jumat 25 November pukul 01.30 Wib petugas mendapati jika pelaku berada di rumah mertua yang berada di Desa Bunut Seberang, Kecamatan Way Ratai-Pesawaran.

“Dalam penangkapan tersebut turut mengamankan barang bukti 1 helai baju lengan panjang warna abu-abu bertuliskan Nevada, 1 helai celana panjang warna hitam, 1 helai celana dalam warna hitam merah dan 1 helai bra warna hitaman dan membawa pelaku ke Mapolres Pesawaran untuk penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. (*).