oleh

Dendi Ramadhona: Warga di Bantaran Sungai dan Pegunungan Tetap Waspada

Harianpilar.com, Pesawaran – Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda tiga desa (pekon) di Kabupaten Pesawaran mendapat perhatian khusus dari Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.

Melalui Sekdakab Pesawaran Wildan, Dendi memerintah untuk segera melakukan penanganan darurat, serta memberikan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di tiga desa yakni, Desa Way Kepayang, Kecamatan Kedondong, Dusun Rawa Kijing, Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima dan Dusun Cipucung, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Way Ratai.

Sekdakab Pesawaran Wildan mengatakan, atas perintah Bupati Dendi, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan, sekaligus menanganan darurat.

“Setiap titik saat ini telah kita tinjau dan berikan bantuan kepada korban yang terdampak musibah tersebut,” kata Wildan, melalui sambungan telepon, Selasa (25/10).

Dijelaskannya, untuk hari ini pihaknya meninjau di tiga lokasi yang terjadi musibah tanah longsor dan banjir.

“Tiga lokasi itu adalah Desa Way Kepayang Kecamatan Kedondong, dan Dusun Rawa Kijing Desa Sindang Garut Kecamatan Way Lima yang terkena musibah banjir, serta Dusun Cipucung Desa Sumber Jaya Kecamatan Way Ratai yang terkena musibah tanah longsor,” terangnya.

Dijelaskan Wildan, bantuan yang disalurkan berupa pangan dan juga uang tunai kepada setiap warga yang menjadi korban.

“Termasuk memberikan bantuan uang kepada keluarga Anissa (16) yang meninggal dunia akibat tanah longsor itu,” tandasnya.

Wildan juga menyampaikan pesan Bupati Dendi kepada warga masyarakat yang tinggal di dekat bantaran sungai dan pegunungan untuk tetap waspada dengan tanah longsor dan banjir, mengingat saat ini memasuki musim penghujan.

“Curah hujan yang masih tinggi yang menyebabkan peristiwa musibah saat ini harus kita waspadai dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini,” cetusnya.

Sementara, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Pesawaran Sunyoto mengatakan, pihaknya bersama dengan dinas terkait mengecek secara langsung lokasi longsor guna melakukan penanganan darurat.

“Hari ini saya bersama dengan dinas PUPR mendatangi lokasi longsor, dengan tujuan untuk mencari solusi agar jalan yang tertimbun longsor ini dapat segera dilalui oleh masyarakat. Karena kita ketahui jalan ini merupakan satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui masyarakat,” ujarnya, Selasa (25/10).

Dirinya mengatakan, ada beberapa titik jalan yang tertutup material longsor, dan pihaknya telah meminta kepada para aparatur desa dan kecamatan agar bersama-sama melakukan gotong royong pembersihan.

“Tadinya kita ingin mengirimkan alat berat untuk membersihkan jalan, namun setelah dilihat kondisinya yang berada didaerah pegunungan dan kecilnya jalan, alat berat kita tidak bisa diterjunkan, sehingga setelah berdiskusi diputuskan untuk pembersihan jalan dilakukan secara gotong royong oleh aparat desa dan Uspika yang ada di Kecamatan Way Ratai,” kata dia.

Selain meninjau jalan tertutup longsor, lanjut Sunyoto, pihaknya juga melakukan kunjungan ke rumah keluarga dari saudari Annisa korban yang meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi.

“Atas nama bupati dan pemerintah daerah, kita turut berbela sungkawa, dan tadi kita juga memberikan sedikit santunan bagi keluarga korban, semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga korban,” ucapnya. (*)