Harianpilar.com, Bandarlampung – Kader ideologis PDI Perjuangan Mukhlis Basri, menghibahkan tiga bibit pohon langka jenis Baubab yang ditanam langsung anggota komisi I DPR RI tersebut, dua diantaranya di Kebun Raya Liwa (KRL) dan satu di area Sekuting Terpadu Balikbukit, Selasa (14/6).
Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan gerakan menanam pohon merupakan bentuk kepedulian partai untuk menjaga alam dan lingkungan.
Pemilik jargon *Aku Bangga jadi Anak Petani” itu menyampaikan, gerakan menanam pohon merupakan bentuk kepedulian kader partai PDIP yang ingin terus merawat dan menjaga lingkungan dan alam, sebagaimana instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Megawati adalah sosok negarawan yang sangat konsen dalam menjaga alam. Kami diinstruksikan untuk menanam tanaman-tanaman langka serta berbagai tumbuhan yang dapat menjaga kedaulatan pangan kita,” kata kakak kandung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus itu dalam siaran pers yang diterima wartawan.
Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan bahwa menjaga keberlangsungan lingkungan yang sehat adalah bagian dari nafas gerak kepartaian PDI Perjuangan.
“Sesuai arahan ibu Ketua Umum, bagi kami berpolitik itu adalah membangun peradaban. Dan upaya memajukan umat manusia ini akan terwujud jika alam dan lingkungan sebagai daya dukungnya berada dalam kondisi yang sehat dan lestari,” jelasnya.
Dia turut prihatin kadang kala masyarakat kurang menyadari bahwa satu pohon saja sesungguhnya punya makna yang luar biasa.
“Padahal satu pohon yang kita tanam, sejatinya akan menjadi paru-paru dunia dan menjadi warisan penting bagi anak cucu kita,” kata Mukhlis .
Mukhlis mengatakan partainya melanjutkan tradisi penghijauan di hari ulang tahun (HUT) ke-49 serta di acara Bulan Bhakti Bung Karno yang selalu diperingati setiap bulan Juni.
Ratusan kader partai, juga anggota FPDI P DPRD dan jajaran DPC PDI P Lampung Barat dikerahkan pada aksi sosial itu. Tampak hadir juga Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah
Mukhlis mengatakan kegiatan seperti ini merupakan tradisi PDIP, khususnya sejak tiga tahun terakhir dalam menyambut HUT partai.
“Ketua Umum PDIP Megawati menginginkan partai terus menjaga kultur organisasi dalam merawat negeri,” papar Mukhlis. (*)









