Harianpilar.com, Lampung Utara – Sejumlah item kegiatan dalam program pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri di Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampung Utara tahun 2020 terindikasi fiktif.
Item belanja sewa gedung/kantor/tempat, dan belanja dekorasi yang paling menonjol kejanggalan dari sejumlah item yang ada. Itu dikarenakan nilai kedua item tersebut mencapai puluhan juta, sementara diduga kuat kedua item itu tidak benar – benar dilaksanakan di lapangan.
Indikasi kejanggalan itu kian menguat saat Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampung Utara, Dina Prawitarini menjelaskan program pembinaan UMKM tahun 2020 silam. Saat itu, Dina mengatakan bahwa tempat yang digunakan untuk melakukan pembinaan atau pelatihan terhadap UMKM di tahun tersebut adalah milik salah satu warga. Mereka sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk belanja sewa gedung/kantor/tempat untuk pelatihan di tahun tersebut.
“Pembinaan ada, sosialisasi, dan pelatihan juga ada. Seingat saya ada dua kali pelatihan,” terangnya.
Ia mengatakan, pelatihan untuk para pelaku UMKM di tahun tersebut dilakukan di Kecamatan Abung Semuli, dan Kelurahan Kelapatujuh. Di Kecamatan Abung Semuli, kegiatan itu meminjam satu unit ruko milik warga setempat. Di Kelurahan Kelapatujuh, pelatihannya dilakukan di kediaman salah satu pelaku UMKM.
“Enggak di gedung sih, tapi dia di ruko-lah. Pinjem rukonya warga. Kita kasih uang kebersihanlah untuk mengumpulkan kawan – kawan di sana,” tuturnya.
Ia menjelaskan, anggaran untuk dua kali pelatihan tak sampai ratusan juta. Namun, karena kegiatan promosi masih dalam satu kegiatan dengan pelatihan membuat kegiatan pelatihan terlihat lebih besar anggarannya. Kegiatan promosi itu berupa mengikuti pameran baik di dalam maupun luar Provinsi Lampung. Biaya promosi itu di antaranya dikeluarkan sewa tempat pameran, dan biaya transportasi.
Saat ditanya jenis pameran apa saja yang diikuti pada tahun 2020, ia menuturkan, tak ada pameran apa pun yang mereka ikuti di tahun itu. Alasannya, seluruh anggaran termasuk anggaran pameran dialihkan untuk penanganan Covid-19.
”Tahun 2020 itu sepertinya enggak ada (yang kami ikuti) karena kan tahun itu lagi heboh – hebohnya Covid-19,” jelas dia. (Iswan)









