oleh

DPRD Minta Belajar Tatap Muka Ditunda

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyarankan kepada pemerintah daerah di Provinsi Lampung untuk menunda pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan pertemuan tatap muka (PTM). Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem serta peraturan tentang PPKM level 3.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengatakan, pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diktum 9 poin a.

Kemudian, lanjut dia, pada diktum ke-15 dijelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar yang berada dalam zona hijau dan zona kuning melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan peraturan teknis dari kementerian pendidikan. Dan Poin dua untuk wilayah yang berada di dalam zona orange dan zona merah melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.

“Untuk diketahui di Provinsi Lampung lagi fokus bagaimana menurunkan angka kematian. Menurut kita (Komisi V, red) bahwa belum tepat, belum saat waktunya untuk melakukan pelajaran tatap muka karena kondisi penyebaran covid-19 di Provinsi Lampung ini masih sangat menghawatirkan, hampir semua kabupaten/kota berstatus zona orange,” jelasnya.

Kemudian, masih kata dia, sebagaimana diketahui hukum tertinggi itu adalah keselamatan masyarakat. “Nah kita tidak inginkan masyarakat terancam terkonfirmasi kena penularan covid 19,” kata dia.

Untuk itu, Deni melihat sudah tepat Dinas Pendidikan Provinsi Lampung belum melakukan sekolah tatap muka. “Ya gimana mau sekolah tatap muka, kita baru saja hampir 13 kabupaten/kota masuk zona merah, angka kematian kita tinggi, sampai dengan hari ini juga DPRD dan Gubernur Lampung sedang bekerja untuk melakukan penanganan covid 19 di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Deni menginformasikan ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan  Dinas Pendidikan sebenarnya Lampung sudah siap melakukan sekolah tatap muka.

“Tapi, karena situasi pandemi ini semakin mengkhawatirkan kemarin-kemarin maka itu ditunda. Beberapa kabupaten/kota juga sudah menyatakan siap untuk sekolah tatap muka. Tapi ketika pandemi ini masih belum turun maka ditunda dulu untuk melakukan tatap muka,” pungkasnya.(Ramona)