Harianpilar.com, Bandarlampung – Elektabilitas Partai Demokrat terus mengalami peningkatan belakangan ini di berbagai lembaga hasil survei nasional. Terakhir, berdasarkan Berdasarkan survei Indostrategic yang dilakukan sejak 23 Maret-1 Juni 2021, elektabilitas Partai Demokrat mencapai 8,9 persen, berada di urutan ketiga setelah Gerindra 11,5 persen dan PDIP 18,5 persen.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, Hanifal mengaku tidak kaget dengan hasil tersebut. Bahkan, dirinya pun mengklaim, itu merupakan buah hasil kerja partai untuk rakyat di seluruh Indonesia.
“Memang beberapa survei nasional, ada tren kenaikan elektabilitas partai Demokrat, bahkan menyalip beberapa partai, kita turut senang. Tapi memang kita sudah diinstruksikan DPP untuk bekerja, bekerja untuk rakyat seluruh Indonesia sesuai dengan tagline kita. Jadi dengan elektabilitas kita tidak kaget, karena kita sudah bekerja,” ujarnya, Kamis (05/08/2021).
Kendati demikian, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Lampung ini juga mengamini tren kenaikan elektabilitas Partai Demokrat juga dikarena imbas dari percobaan kudeta oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Moeldoko beberapa waktu lalu.
“Ya itu salah satunya juga, tapi cuma berapa, sedikit presentasenya,” kata dia.
Disinggung terkait belum masifnya Billboard Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai sosialisasi capres 2024 seperti parpol lain, dirinya mengaku belum ada instruksi dari DPP. “Memang belum ada instruksi dari DPP, tapi kita kerja silent, dan itu (AHY) tetap kita jual,” kata dia.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung ini pun menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri seluruh partai pasti menjual ketumnya. “Dan saya lihat diberbagai hasil survei, yang memasang-masangkan calon, tren AHY elektabiltasnya trennya selalu naik, bahkan masuk empat besar,” kata dia.
Maka itu, dirinya berharap pada pilpres 2024 nanti Demokrat dapat mengusung kadernya, baik itu nomor satu atau nomor dua. “Jangan sampai seperti 2019 kemarin, jadi pengusung nggak pendukung juga nggak jelas. Ujung-ujungnya jadi penonton. Dan saya optimis 100 persen AHY maju sebagai capres,” tukasnya. (Ramona)









