oleh

BSI Jawaban Anomali Bisnis Bank Syariah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja meluncurkan secara resmi berdirinya Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil penggabungan tiga bank syariah Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Bank Syariah Indonesia diharapkan benar-benar menjadi bank syariah yang universal yang terbuka, inklusif, menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah, bertransaksi atau berinvestasi secara syariah.

Presiden Jokowi juga mengharapkan BSI mampu memaksimalkan penggunaan teknologi digital, menarik minat generasi muda untuk menjadi nasabah, dan turut berperan dalam memajukan ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia.

Pengamat Ekonomi Perbankkan, Endi Saputra Hasibuan, mengatakan, marger Bank Syariah ini sebagai upaya menjawab anomali bisnis bank syariah di Indonesia yang pangsa pasarnya masih dibawah 7 persen, padahal penduduk beragama Islam diatas 85 persen. Selain itu, langkah ini merupakan kebijakan strategis yang sangat bagus. Sebab merger ini akan meningkatkan daya saing, market share, kapasitas bisnis perbankan syariah.

“Dari analisa rasio-rasio keuangan seperti CAR, NPL, BOPO, ROE, 3 Bank Syariah dan 1 Unit Usaha Syariah yang dimerger sejatinya masih menunjukkan kinerja yang baik. Dengan adanya merger maka aset bank syariah akan melejit mencapai di atas 200 Trilyun setara dengan beberapa bank konvensional seperti Bank CIMB Niaga dan OCBC NISP,” terang mantan Direktur Bank Lampung ini.

Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia sendiri saat ini relatif kecil yakni dibawah 7%, sisanya dikuasai Bank- Bank konvensional,”Dari sudut pandang pemasaran hal ini merupakan anomali bisnis apabila dibandingkan dengan prosentase penduduk Indonesia yang beragama Islam berada di atas 85% dari total populasi penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Dengan adanya merger ini, lanjutnya, diharapkan kelemahan-kelemahan sumber daya perbankan syariah seperti terbatasnya jaringan, persaingan antar bank syariah anak BUMN sendiri, teknologi informasi, daya saing produk, diharapkan dapat tertutupi.”Kita harus sambut baik kebijakan pemerintah membentuk BSI ini, ini saya yakin akan membawa dampak baik bagi dunia perbankkan syariah di Indonesia,” pungkasnya.(Sifa/Maryadi)