oleh

LVRI Lampura Maafkan Pelaku Pelecehan TMP

Harianpilar.com, Lampung Utara – Meski telah melecehkan makam pejuang, namun Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Lampung Utara (Lampura) memilih untuk memaafkan perbuatan pelecehan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang telah dilakukan oleh DD (13).

Sikap ini diambil setelah pihak Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) bertemu dengan pihak keluarga pelaku, Senin (02/11/2020).

‎Dalam pertemuan itu, Ketua LVRI Lampung Utara,Saleh Ahmad dengan berjiwa besar memberi maaf kepada pelaku. Dengan catatan, yang bersangkutan tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang.

‎”Karena masih anak-anak, saya memaafkan mereka. Semoga tidak terulang lagi,” kata Saleh Ahmad, Selasa (03/11/2020).

Saleh Ahmad berharap, pihak pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi TMP supaya insiden memalukan itu tak lagi terulang. Perhatian yang dimaksudnya itu dalam bentuk memperketat penjagaan maupun memperbaiki infrastruktur di sana.

“Insiden ini hendaknya membuat kita semua khususnya Pemkab Lampung Utara lebih memperhatikan kondisi TMP di masa mendatang,” pintanya.

Di sisi lain, Dedi, ayah pelaku‎ meminta seluruh warga khususnya keluarga para pejuang memaafkan kekhilafan yang dibuat oleh anaknya. Meski begitu, ia menyadari bahwa kelakuan anaknya telah membuat kegaduhan yang luar biasa.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada warga khususnya keluarga para pejuang atas perbuatan anak saya. Saya sadar kelakuannya memang sangat tidak pantas,” ‎‎tuturnya.

Sebelumnya, remaja laki – laki yang viral karena aksinya mencoba mencabut nisan di Taman Makam Pahlawan Kotabumi, Lampung Utara telah diamankan oleh Polres Lampung Utara. Remaja yang berinisial DD (13) diserahkan oleh pihak keluarganya.

“Tadi malam, DD diantarkan oleh pihak ke Mapolres,” terang Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Gigih Andri Putranto.

Gigih mengatakan, pihaknya belum menentukan langkah apa yang akan diberikan atas yang bersangkutan. Masih dilakukan pengkajian terhadap persoalan itu. Namun, sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian itu telah mereka mintai keterangan.

“Saksi – saksi sudah diambil keterangannya,” terangnya.

Di sisi lain, DD menjelaskan alasan sebenarnya di balik aksi brutalnya tersebut. Alasannya, ia merasa tertantang dengan tantangan yang diajukan oleh teman – temannya kala itu.

Aksi brutalnya itu disaksikan oleh kedelapan temannya di lokasi. Mereka memang biasa bermain di area pemakaman tersebut. Kejadian itu terjadi pada Sabtu (31/10/2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Kendati demikian, ia mengatakan, sama sekali tidak mengetahui jika aksinya itu direkam oleh rekan – rekannya.

“Saya minta maaf atas perbuatan saya itu, saya menyesali semuanya,” terang dia sembari menundukan wajahnya. (Iswan)