oleh

Muncul Potensi ‘Cluster’ Keluarga

Harianpilar.com, Bandarlampung – Penyebaran corona virus disease (covid) 19 di Provinsi Lampung belakangan ini mulai banyak dalam satu keluarga, sehingga perlu diwaspadai munculnya cluster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, DR.dr. Reihana, mengatakan, melihat evaluasi beberapa waktu terakhir ini, banyak satu keluarga yang menderita covid 19, berarti diduga sudah ada kluster keluarga.”Oleh karena itu mohon perhatian untuk yang menjalani isolasi mandiri di rumah benar-benar ketat melakukan isolasi mandiri, dan kami juga berharap satuan tugas di tingkat terendah yaitu di desa dan kelurahan dapat ikut memantau warganya yang sedang melakukan isolasi di rumah agar kluster keluarga tidak terjadi,” ujar Reihana melalui video keterangan persnya, Selasa (08/09/2020).

Seandainya, jelas Reihana, tempat untuk isolasi mandiri tidak memungkinkan sebaiknya dikirim kerumah sakit rujukan covid yang asimtomatis yaitu di rumah sakit Bandar Negara di Provinsi Lampung. “Jangan panik karena panik dapat menurunkan imunitas tubuh dan jangan lupa bahagia karena bahagia merupakan obat dari segala macam penyakit,” terangnya.

Dalam keterangan yang sama, Reihana juga menyampaikan jumlah kasus Suspek sebanyak 17 orang yang terdiri-dari kasus baru 7 dan kasus lama 10. Kemudian, kasus konfirmasi positif covid-19 berjumlah 466 orang yang terdiri-dari kasus baru 11 orang dan kasus lama 455 Selanjutnya, untuk kematian yang konfirmasi sebanyak 21 orang dan selesai isolasi yang terkonfirmasi 351 orang.

“Kesebelas kasus baru itu dari Kabupaten Lampung Utara 4 orang, Kabupaten pesawaran 1 orang, Kabupaten Pringsewu 1 orang, kota Metro 3 orang dan Kota Bandarlampung 2 orang,” ungkapnya.

Reihana menerangkan, untuk kesebelas orang tersebut meliputi pasien 456, 457 dan 458 dari Kabupaten Lampung Utara yang merupakan hasil tracing dari pasien 402 yang merupakan orang tua dan kerabat dari pasien 402 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, Pasien 459 laki-laki 35 tahun dari Lampung Utara juga merupakan hasil trading dari pasien 447 yang merupakan anak dari pasien 447 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

Kemudian, pasien 460, 461, 462 dari kota Metro yang juga merupakan hasil tracing dari pasien 387 kedua mertua dari pasien 387 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, Pasien 463 Laki-laki usia 64 tahun dari Bandarlampung merupakan kasus baru dimana pernah pergi berwisata bersama keluarga kelaut dalam situasi kepantai ramai pengunjung saat ini sedang dirawat disalah satu rumah sakit pemerintah provinsi Lampung.

Selanjutnya, pasien 464 laki-laki 64 tahun dari Bandarlampung merupakan juga kasus baru dimana merupakan pertama masuk dengan penyakit jantung selanjutnya timbul dengan gejala-gejala covid saat ini sedang dirawat di salah stu rumah sakit pemerintah di Provinsi Lampung, Pasien 465 laki-laki 75 tahun dari Kabupaten Pesawaran merupakan kasus baru dan pelaku perjalanan dari Tangerang saat ini sedang menjalani isolasi di salah satu rumah sakit pemerintah di Provinsi Lampung dan yang terakhir Pasien 466 laki-laki 30 tahun dari Pringsewu merupakan kasus baru saat ini sedang dirawat isolasi dirumah singgah khusus penanganan covid di Kabupaten Pringsewu.

Masih kata Reihana, untuk yang selesai isolasi berjumlah 6 orang. “Dari Kabupaten Lampung Timur 1 orang,  kota Metro 1 orang dan Lampung Utara 4 orang,” terangnya.

Reihana menambahkan, yang selesai isolasi adalah pasien 375 laki-laki 44 tahun dari Lampung Timur, pasien 387 perempuan 33 tahun dari Metro, Pasien 353 Laki-laki 24 tahun dari Lampung Utara dan Pasien 360 laki-laki 56 tahun dari Kabupaten Lampung Utara. Selesai isolasi juga Pasien 361 perempuan 49 tahun dari Lampung Utara dan Pasien 362 laki-laki 16 tahun dari Kabupaten Lampung Utara.

Sementara, jumlah pemeriksaan swab yang dilakukan di Provinsi Lampung total seluruhnya ada 8.328 spesimen dimana yang positif ada 873 spesimen. “Khusus untuk tanggal 7 September 2020 jumlah spesimen yang diperiksa berjumlah 90 yang menghasilkan 11 kasus baru,” jelasnya.

Saat ini Provinsi Lampung mempunyai angka reproduksi efektif 0,60 pada tanggal 8 September 2020 dimana, lanjut Reihana walaupun dibawah angka 1 tetap dalam komitmen terakhir angka reproduksi efektif di Provinsi Lampung masih belum dapat sepenuhnya dikendalikan. “Pandemi ini belum berakhir oleh karena itu tetap harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Dengan kita melakukan protokol kesehatan yang ketat dengan 3M yakni, memakai masker, menjaga jarak minimal 1 Meter, mencuci tangan dibawah air yang mengalir dengan menggunakan sabun atau membawa hand sanitizer. Insya Allah penularan kasus covid-19 bisa kita tekan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.(Harry/Maryadi)