oleh

Pasien RSUD Kotaagung Melarikan Diri Ditemukan Tewas

Harianpilar.com, Tanggamus – Seorang pasien yang dirawat di RSUD Batin Mangunang, Kotaagung, Jamalludin menderita sakit jantung melarikan diri dari RSUD Batin Mangunang dengan cara mengendarai ojek bersama kawanya. Sekitar pukul 12.00 WIB si pasien ditemukan tergeletak di Gardu Pangkalan Ojek Pekon Terbaya sudah tidak bernyawa lagi, Minggu (30/08/2020).

Dengan dibantu warga dibawa ke rumah Abdul Rahman di Pekon Terbaya. Lalu, sekitar pukul 13.00 Wib Mobil Ambulan datang untuk mengambil jenazah Jamalludin pasien menderita penyakit jantung dengan keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Menurut Husa’in Scurity STIMIK menyaksikan saat pasien dibopong oleh warga dibawa ke Pos Pangkalan Ojek Pekon Terbaya Kota Agung. ” Pasien itu dibantu oleh warga dibopong kepangkalan ojek dalam keadaan sudah meninggal, setelah itu dibawa ke rumah bapak Abdul Rahman dan tidak lama dari itu Ambulan dari RSUD Batin Mengunang datang dan membawanya ke Rumah Sakit lagi,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Benson P. Ginting Melalui Via Telpon menerangkan bahwa sebelumnya si pasien Jamalludin datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada tanggal 29 Agustus 2020, rujukan dari Puskesmas Talang Padang dengan keluhan sesak nafas.

Selanjutnya oleh Petugas IGD RSUD Batin Mangunang diberikan tindakan terapi. Jamalludin didiagnosa CHF dikarnakan kejala, keadaan pasien, pemeriksaan fisik pasien dan hasil uji laboratorium. Lalu pasien dipindahkan oleh petugas ke Ruangan Penyakit Dalam (RPD).

Sementara itu dr. Benson P. Ginting menerangkan kronologis si pasien Jamalludin selama dirawat. ” Pada tanggal 30 Agustus 2020, pasien Jamalludin diperiksa pasien mengeluh nyeri diperut dan lemas, lalu diberikan tindakan terapi tambahan oleh dr. Lilik. Kemudian tiba-tiba pasien Jamalludin memaksa pulang dengan dalih ingin dirawat dirumah pasien saja,” ujarnya.

Tambahnya, atas nama peribadi dan RSUD Batin Mangunang, dr. Benson P. Ginting mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya pasien Jamalludin. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan tidak kecewa. Pihak RSUD sudah semaksimal mungkin merawat pasien dan menghalangi pasien agar tidak pulang kerumah dulu agar tetap dirawat, namun pasien bersikukuh tetap ingin pulang juga,” pungkasnya. (Ron )