oleh

Ribuan Anak di Tuba Diduga Stunting

Harianpilar.com, Tulangbawang – Tulangbawang (Tuba) ternyata menjadi daerah dengan kasus stunting cukup tinggi. Terdapat 3571 anak dan balita yang tersebar di 15 Kecamatan 18 puskesmas mengalami ganguan pertumbuhan kronis atau disebut stunting.

Dari 15 Kecamatan Se-Tulangbawang, Kecamatan Gedung Meneng mendominasi kasus stunting. Dari data rekapitulasi yang diperoleh oleh Harian Pilar, Dinas Kesahatan (Dinkes) Tuba melalui 18 Puskesmas telah melakukan uji semple By Name By Adress terhadap 27.932 anak usia 0-59 Bulan.

Dinkes menemukan ada 3571 anak dan balita yang tersebar di 15 Kecamatan 18 puskesmas mengalami ganguan pertumbuhan kronis atau disebut Stunting.

Pada wilayah Puskesmas Kecamatan Gedung Meneng dari 1.354 balita yang di ukur tinggi badan ada 330 Balita mengalami ganguan pertumbuhan atau stunting dengan angka 24,37%,.

Disusul Puskesmas Lebuh Dalem Kecamatan Menggala Timur sebanyak 1135 Balita terdapat 237 balita atau 20,88% Stunting, sedangkan Puskesmas Tiuh Tohow Kecamatan Menggala dari 1235 balita, 284 atau 23,00 % alami stunting.

Sementara penderita stunting diwilayah puskesmas Penawar Jaya Kecamatan Banjar Margo terbesar mengalahkan gedung meneng yang mencapai 542 dari 2939 balita yang di ukur oleh tim medis.

Wilayah Puskesmas Tulangbawang 1, Kecamatan Banjar Agung dari 3137 Balita dipastikan 300 atau 9,56% balita stunting. Diwilayah Puskesmas Kecamatan Penawar Aji terdapat 215 balita atau 14,42% stunting, dari 1491 balita. Sedangkan puskesmas Rawa Pitu dari 1234 balita 233 atau 18,88% balita stunting.

Dan urutan terendah balita yang mengalami stunting diraih oleh Puskesmas Menggala dan Puskesmas Rawa Jita dengan persentase sama yakni 5,51%,tetapi stunting di Rawajitu lebih rendah sebanyak 64 balita dari 1161,sementara Menggala 147 dari 2666 balita.

Dipuskesmas Gedung Aji didapatkan 63 atau 6,31% balita positif stunting dari 998 sample balita. Penderita lebih rendah dari Menggala dan Rawa jitu. Dan untuk kecamatan lainya rata-rata balita mengalami stunting diatas angka 100.

Stunting rentan terjadi pada anak bayi dan balita akibat minimnya asupan protein serta kuranya asupan nutrisi dan gizi pada saat berada dalam kandungan

Stunting terjadi pada saat usia balita 1000 hari dari pasca kelahiran yang mana di sebabkan selain kekurangan Gizi baik pada saat di dalam kandungan maupun pada saat balita sudah lahir ditambah lagi dengan banyaknya jamban yang masih menggunakan cara manual atau buang air besar sembarangan.

Belum diperoleh keterangan resmi Pemkab Tuba maupun Dinkes Tuba terkait masalah stunting ini.(FS/Tim/Maryadi)