oleh

BPBD Tutup Tanggul Sungai Way Semuong

Harianpilar.com, Tanggamus – Tanggul sungai Way Semuong, di Pekon Rajabasa, Kecamatan Bandar Negeri Semong (BNS) yang jebol akibat terjangan air berintensitas tinggi yang terjadi pada Jumat (24/01/2020) yang lalu, telah ditutup total.

Ditutupnya tanggul yang jebol itu karena dinilai penyebab utama masuknya air sungai ke pemukiman warga dan jalan Lintas Barat yang ada di sekitar sungai Way Semuong tersebut.

Menurut Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus, Adi Nugroho mengatakan, saat peristiwa banjir, air sungai menerobos dari jebolan tanggul dan genangi rumah warga pada Jumat petang dan Sabtu (20/01/2020) siang. Dan juga jalan lintas barat ruas kedua pekon itu.

“Upaya penanganan darurat hanya dengan menutup tanggul, dan itu gunakan alat berat sampai tiga unit,” katanya, Senin (27/01/2020).

Adi Nugroho mengungkapkan, mulanya baru satu alat berat karena alat berat lain masih digunakan untuk tangani dampak banjir di Pekon Sedayu dan sekitarnya di Kecamatan Semaka. Berikutnya tiba lagi bantuan alat berat salah satunya dari PT Nataran Mining hingga total ada tiga alat berat dan penutupan tanggul pun selesai.

“Langkah selanjutnya kami membuang sedimentasi di tengah sungai untuk membuat alur sungai tidak berbelok yang bisa menghantam lagi tanggul yang baru ditutup,” terang Nugroho.

Kondisi sungai memang ada beberapa sedimentasi hingga membentuk pulau di tengah sungai. Itu membuat aliran air berbelok-belok dan salah satunya hantam tanggul sungai.

“Kami bisa membuang salah satu sedimentasi karena volume air sudah tidak tinggi lagi. Sehingga alat berat bisa masuk ke sungai,” terang Nugroho.

Ia mengaku, sejak awal memang ada langkah yang harus dilakukan untuk menangani banjir di lokasi ini. Pertama menutup tanggul yang jebol. Kemudian membuang sedimentasi di tengah sungai.

“Sedimentasi tetap harus dibuang supaya aliran air lurus, dan kami sejak awal tunggu air sungai surut dulu untuk buang sedimentasi,” ujar Nugroho.

Dijelaskan Adi Nugroho, tanggul yang jebol merupakan tanggul yang masih berupa batu dan pasir, atau material yang ada di sungai tersebut. Sedangkan tanggul semen hasil pembangunan Dinas PUPR Tanggamus tetap utuh.

“Kami bersyukur ada tanggul semen. Ini membantu mengurangi dampak banjir. Seandainya tidak ada pasti tanggul yang jebol lebih panjang lagi,” ujar Nugroho.

Sementara itu Baharen, anggota DPRD Tanggamus sebagai perwakilan masyarakat mengucapkan terima kasih karena tanggul sungai telah ditutup. Itu mengamankan masyarakat dari banjir.

“Selanjutnya kami minta pembangunan tanggul semen dilanjutkan. Sebab ternyata yang selama ini masih kurang panjang. Sehingga bagian tanggul yang bukan semen yang jebol, sehingga timbulkan banjir. Tanggul semen efektif amakan banjir. Maka agar ke tetap aman sebaiknya tanggul semen diperpanjang mengarah ke timur. Sebab selama ini kondisinya memang jadi tumpuan arus sungai,” ungkap Baharen.

Sementara menurut Kabid Pengairan Dinas PUPR Tanggamus, Dhani Riza Efriansyah, mengatakan, pihaknya memang menargetkan penambahan panjang retaining wall. Namun upaya berikutnya akan minta ke Kementerian PUPR.

“Tanggul yang selama ini sudah ada dibangun dari APBD Tanggamus. Lantaran keterbatasan dana tanggul hanya bisa dibangun sepanjang 80 meter, tinggi tiga meter, tinggi dasar 1,5 meter masih berdiri. Kami akan usulkan lagi ke Kementerian PUPR atau pihak manapun minta tambahan panjang tanggul semen. Sebab ternyata yang selama ini masih kurang panjang dan kebutuhan di lapangan,” pungkas Dhani. (Agus/Ron).