Harianpilar.com, Pesawaran – Ribuan warga Pesawaran akan tumplek di areal penanaman pohon di wilayah register 19 Tahura, Wan Abdurachman Desa Wiyono, Kecamatan Gedongtataan, Kebupaten Pesawaran, hari ini, Senin (27/01/2020).
Peserta berasal dari berbagai elemen gabungan masyarakat Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Kegiatan, Sapto Firmansis, Minggu (26/01/2020).
“Ya memang target dari kami setidaknya seribu lebih peserta yang akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kami kali ini,” jelas dia, disela-sela persiapan kegiatan tersebut.
Sapto mengatakan, dirinya melibat seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Pesawaran dan juga sekitarnya, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komunitas hingga masyarakat sekitar, khususnya kelompok tani hutan yang ada di tiga desa sekitar kawasan register 19.
“Semua ingin kami libatkan, karena ini kan acara sosial, terutama kelompok tani hutan yang ada di Desa Wiyono, Kebagusan dan juga Sungai Langka,” jelasnya.
Nantinya, keseluruhan bibit tanaman tersebut akan ditanam disekitar kawasan register 19, yang dimulai dengan penanaman secara simbolis oleh para tamu undangan.
“Semua ditanam di sini, nanti setelah ada penanaman secara simbolis, semua bibit tanaman akan kita serahkan kepada kelompok tani hutan. Yang pasti mereka akan menanam semua bibit itu di sini, tidak boleh ditanam di luar kawasan,” tukas Sapto.
Hal senada juga disampaikan Ketia PWI Kabupaten Pesawaran Erdanizar. Dia mengharapkan program penanam pohon hanya simbol saja. “Yang kita tanam hari ini sebanyak 17 ribu pohon, tetapi dibalik makna simbol itu bagaimana kita ingin mengunggah hati warga Kabupaten Pesawaran untuk mau peduli pada lingkungan,” kata Nizar.
Lebih jauh Nizar berharap program ini bisa memberi manfaat buat masa depan. Ia kemudian berkaca pada awal tahun 2020 ini telah terjadi banjir di berbagai tempat di Kabupaten Pesawaran.
“Kita bergandengan tangan untuk bersama-sama menanam sebagai bentuk kepedulian dan yang paling penting lagi kehadiran kita semua di lokasi, karena kita ikhlas menyiapkan diri menanam pohon untuk masa depan kita dan anak cucu kita,” katanya. (Maryadi)









